Sebelumnya, Pertamina juga memboyong CEO Rosneft, Igor Ivanovich menemui Menteri ESDM Sudirman Said.
Rosneft sendiri merupakan mitra tunggal Pertamina untuk membangun kilang minyak di Tuban, Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di depan Rini, Dwi mengaku menjelaskan tentang alasan Pertamina menggandeng perusahaan minyak asal negeri Beruang Merah itu sebagai mitra di proyek kilang minyak Tuban.
"Dari sekian proses, salah satunya kita melihat bahwa Rosneft memiliki kemampuan besar dalam produksi. Dalam pengalaman mengoperasikan kilang dan menangani risiko cukup berpengalaman. Maka Rosneft saya kira bisa menjadi leader untuk Kilang Tuban," ujar Dwi.
Selain Rosneft, investor lain yang berminat di Kilang Tuban antara lain Saudi Aramco (Arab Saudi), China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), Kuwait Petroleum International, PTT GC Thailand, dan Thai Oil (Thailand).
Nilai investasi proyek kilang Tuban sendiri mencapai US$ 13 miliar dan akan terintegrasi dengan industri petrokimia. Sesuai rencana, kilang tersebut mulai dibangun pada 2018 mendatang. (feb/feb)











































