Hemat Listrik, PNS Venezuela Hanya Kerja 2 Hari Seminggu

Hemat Listrik, PNS Venezuela Hanya Kerja 2 Hari Seminggu

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 28 Apr 2016 08:08 WIB
Hemat Listrik, PNS Venezuela Hanya Kerja 2 Hari Seminggu
Foto: Reuters
Jakarta - Pemerintah Venezuela meminta para pegawai negeri sipil (PNS) negaranya untuk mengurangi waktu kerja menjadi 2 hari seminggu. Kebijakan ini untuk menghemat energi yang sedang krisis di negeri kaya minyak Amerika Selatan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Nicolas Maduro juga telah memberikan libur tiap hari Jumat kepada 2,8 juta PNS untuk April dan Mei ini. Tujuannya untuk menghemat konsumsi listrik.

"Untuk paling tidak dua pekan ke depan, kita akan menjadikan Rabu, Kamis, dan Jumat sebagai hari libur untuk pegawai pemerintah," kata Maduro di sebuah program televisi, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (28/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekeringan membuat volume air di bendungan-bendungan utama Venezuela berkurang, dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) kritis. Padahal PLTA ini menyediakan listrik untuk 2/3 kebutuhan nasional.

Kekurangan air dan listrik ini makin memberatkan 30 juta warga Venezuela, yang tengah menderita karena resesi ekonomi, kurangnya pasokan susu dan obat-obatan, kenaikan harga-harga barang, serta antrean di toko-toko.

Maduro, 53 tahun, merupakan penerus Hugo Chavez yang meninggal 2013. Maduro tengah mendapat tekanan untuk mundur karena situasi yang terjadi.

Setelah berbulan-bulan kekurangan listrik, pemerintah memulai program rasionalisasi listrik di seluruh Venezuela, kecuali ibu kotanya Caracas. Ini menimbulkan protes-protes di sejumlah kota. Mal-mal diminta menggunakan generator untuk listrik.

Meski hanya bekerja 2 hari seminggu, PNS tetap digaji penuh. Ini menimbulkan kritik keras kepada Maduro. Karena produktivitas PNS jadi menurun. Sementara libur membuat orang dinilai banyak menggunakan listriknya di rumah. (dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads