Apa Kategori Pelanggan yang Layak Mendapat Subsidi Listrik?

Apa Kategori Pelanggan yang Layak Mendapat Subsidi Listrik?

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 28 Apr 2016 11:48 WIB
Apa Kategori Pelanggan yang Layak Mendapat Subsidi Listrik?
Foto: detikFOTO
Jakarta - Menurut data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang digunakan oleh PLN, hanya 3,94 juta dari 22,7 juta pelanggan listrik 900 VA yang layak mendapatkan subsidi.

Sisanya sebanyak 18,7 juta dinilai termasuk golongan masyarakat yang mampu secara ekonomi, tidak layak disubsidi. Lalu, apa kategori mereka yang sebenarnya layak mendapat subsidi listrik?

Spesialis Komunikasi Hubungan Luar TNP2K, Regi Wahono, menjelaskan bahwa pengkategorian tersebut dibuat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah TNP2K.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indikator yang digunakan untuk menentukan layak atau tidaknya seorang warga negara menerima subsidi adalah nilai aset yang dimiliki, pengeluaran per bulan, dan tingkat pendidikan.

"Data kita berdasarkan survei BPS yang kita olah. Indikator yang menentukan adalah aset, pengeluaran, dan tingkat pendidikan," kata Regi kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (28/4/2016).

TNP2K juga menyesuaikan tingkat kesejahteraan dengan kondisi di setiap daerah. Berdasarkan indikator-indikator dan kondisi di masing-masing daerah, TNP2K lalu membuat peringkat kesejahteraan.

"Kita survei beberapa kali, kita dapat masukan dari daerah, data lalu kita olah dan kita buat ranking," paparnya.

Data-data tersebut pertama kali dibuat 2011 dan terakhir kali diupdate pada 2015. Hasilnya, dibuat peringkat 40% penduduk Indonesia yang paling rendah tingkat kesejahteraannya, jumlahnya 25,7 juta rumah tangga atau sekitar 100 juta penduduk.

3,94 juta pelanggan listrik 900 VA yang dinilai layak mendapat subsidi adalah orang-orang yang termasuk dalam 25,7 juta rumah tangga termiskin di Indonesia tersebut.

TNP2K mengaku belum memiliki hitung-hitungan berapa rata-rata nilai aset, pengeluaran per bulan, dan rata-rata tingkat pendidikan 40% penduduk termiskin tersebut. "Tapi kita tidak hanya melihat dari 1 indikator saja, data juga sudah diverifikasi lagi oleh tim dari Kementerian Sosial," ucap Regi.

Diakuinya, data tersebut tidak 100% akurat. Ada kemungkinan sebenarnya jumlah pelanggan listrik 900 VA PLN yang layak disubsidi lebih dari 3,94 juta pelanggan. Bisa jadi ada pelanggan yang sebenarnya termasuk dalam 25,7 juta rumah tangga termiskin tapi tidak tercatat di 3,94 juta pelanggan listrik 900 VA yang layak disubsidi.

"Mungkin masih bisa ditemukan lagi yang termasuk di data 25,7 juta rumah tangga terbawah (tingkat kesejahteraannya). Makanya nanti ada layanan pengaduan, yang masuk kategori bisa melaporkan untuk minta disurvei dan mendapatkan subsidi," pungkasnya. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads