Ketergantungan pada BBM impor membahayakan ketahanan energi nasional. Karena itu, PT Pertamina (Persero) berencana membangun sejumlah kilang baru dan memodifikasi kilang-kilang lama.
Ditargetkan, Indonesia bisa mulai bebas dari impor BBM pada 2024, dan produksi BBM dari kilang-kilang di dalam negeri dapat mencapai 2,5 juta bph di tahun 2030.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan road map yang disusun Pertamina, kapasitas kilang ditingkatkan dari 900 ribu bph menjadi 1.000 bph pada 2019. Penambahan kapasitas berasal dari Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) Refinery Unit IV Cilacap pada 2018 dan Refinery Master Development Plan (RDMP) Refinery Unit V Balikpapan.
Kemudian pada 2021 total kapasitas kilang ditargetkan sudah 1,3 juta bph dengan selesainya pembangunan kilang baru Grass Root Refinery (GRR) West 1 Tuban. Pada 2022 kapasitas kilang ditambah lagi menjadi 1,32 juta bph dari RDMP Refinery Unit IV Cilacap.
Lalu kapasitas kilang bakal melonjak hingga 1,9 juta bph pada 2023 bila RDMP Refinery Unit II Dumai, RDMP Refinery Unit VI Balongan, dan GRR East 1 Bontang semuanya terealisasi dengan baik.
Di 2030, ada peningkatan kapasitas produksi lagi dari GRR West 2 Bontang dan GRR East 2 Bontang sehingga total kapasitas kilang di dalam negeri menjadi 2,5 juta bph. (hns/hns)











































