"Indonesia ingin menaikkan peringkat kemudahan berbisnis. Perbaikan kemudahan berbisnis diharapkan bisa ke peringkat 40 dari sekarang 109. Kalau nggak bisa 40, di 70 dulu, yang penting lebih baik dari Vietnam. Salah satu indikator kemudahan berbisnis adalah kemudahan mendapat sambungan listrik," kata Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, saat ditemui di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/4/2016).
Untuk kemudahan mendapat sambungan listrik, Indonesia berada di posisi 46 dari 189 negara. PLN menargetkan kemudahan sambungan listrik Indonesia bisa naik ke posisi 23 pada tahun depan. Salah satu caranya dengan membuat Layanan 1 Pintu Sambungan Listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benny menambahkan, birokrasi yang harus dilalui untuk memperoleh sambungan listrik juga harus dipangkas supaya konsumsi listrik per kapita di Indonesia bisa naik. Naiknya konsumsi listrik tentu memacu pertumbuhan ekonomi nasional.
"Konsumsi listrik per kapita kita juga masih rendah, Malaysia sudah 4.000-an kWh/kapita/tahun, Indonesia di bawah sekali baru 750 kWh/kapita/tahun. Vietnam saja masih di atas kita," tutup Benny.
Sebagai informasi, layanan sambungan listrik 1 pintu hari ini diluncurkan Kementerian ESDM untuk mempermudah masyarakat dan dunia usaha yang ingin mendapatkan sambungan listrik baru. Calon pelanggan PLN tinggal mendaftar melalui website PLN di pln.go.id atau mengubungi contact center PLN di nomor 123 dan membayar setoran ke bank untuk mendapat sambungan listrik.
Dalam waktu selambat-lambatnya 25 hari dijamin sambungan listrik sudah terpasang. Bila lewat dari 25 hari, PLN akan terkena sanksi berupa denda. Dendanya sebesar 35% dari rekening listrik pelanggan di bulan pertama.
Tapi untuk sementara layanan ini baru dapat dinikmati di 2 kota saja, yaitu Jakarta dan Surabaya. Ditargetkan kota-kota lainnya di seluruh Indonesia juga bisa memperoleh layanan yang sama pada akhir tahun ini. (wdl/wdl)











































