Ratusan desa tersebut yang semuanya belum teraliri listrik tersebut, tersebar di seluruh Indonesia, ada yang di Pulau Mentawai, pedalaman Kalimantan, hingga Papua.
"Kita tempatkan di desa-desa yang susah, tidak ada sinyal handphone, dan sebagainya. Tujuannya melihat dan memfasilitasi proyek-proyek energi terbarukan agar proyek betul-betul tepat sasaran," kata Menteri ESDM, Sudirman Said dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Selasa (5/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PETA juga ditugaskan mencari sumber-sumber energi terbarukan yang tersedia di lokasi mereka ditempatkan, apakah di daerah itu cocok dibangun pembangkit listrik tenaga angin, atau dengan tenaga surya, air, dan sebagainya.
Semuanya disusun menjadi laporan yang diserahkan setelah 6 bulan mereka tinggal di desa terpencil. Laporan tersebut kemudian diserahkan kepada pemerintah, lalu pemerintah membangun pembangkit listrik sesuai dengan hasil laporan. Ini bertujuan supaya proyek-proyek energi terbarukan yang dibuat pemerintah tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Saat proyek dikerjakan, PETA kembali dikirim untuk melakukan supervisi, sekaligus mempersiapkan masyarakat setempat mengelola sendiri pembangkit listrik yang sudah dibangun. Dengan begitu, pembangkit bisa terus beroperasi karena dirawat dengan baik oleh masyarakat.
"Desa-desa terpencil kita butuh banyak anak pintar yang idealis untuk menjadi problem solver," tutup Sudirman.
Pengiriman Patriot Energi ini merupakan program lanjutan, di mana angkatan pertama sebanyak 80 anak muda telah memulai tugasnya di bulan Oktober tahun 2015 silam dan telah kembali ke Jakarta pada akhir Maret 2016 lalu.
Pada seleksi gelombang kedua, Kementerian ESDM memperoleh 500 pendaftar PETA, lalu setelah diseleksi didapat 85 orang pemuda-pemudi. Sebanyak 85 orang PETA ini akan memulai latihan pada hari ini sampai 2 bulan ke depan. Mereka akan dikirim ke pada bulan Juli.
Penempatan para Patriot Energi akan dibagi ke dalam tiga tipe, dengan rincian 85 orang patriot dari angkatan ke-2 akan ditempatkan di desa yang sedang dilakukan instalasi pembangkit listrik baru, 17 orang peserta dari patriot angkatan ke-1 akan ditempatkan kembali di desa yang sama untuk menyelesaikan sosialisasi lanjutan, sementara 20 peserta sisanya akan ditempatkan di daerah perbatasan di Papua dan lokasi yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. (feb/feb)











































