Harga Minyak RI Naik Jadi US$ 37,2/Barel

Harga Minyak RI Naik Jadi US$ 37,2/Barel

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 03 Mei 2016 16:13 WIB
Harga Minyak RI Naik Jadi US$ 37,2/Barel
Foto: BBC
Jakarta - Harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) naik US$ 3,01 per barel menjadi US$ 37,20 per barel pada April 2016, dari US$ 34,19 per barel di bulan sebelumnya.

Untuk harga Minas/SLC mencapai US$ 37,25 per barel, atau naik US$ 3.43 per barel dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 33,82 per barel.

Dalam keterangan Kementerian ESDM, Selasa (3/5/2016(), peningkatan harga minyak mentah Indonesia ini sejalan dengan perkembangan harga beberapa minyak mentah utama di pasar Internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor, yakni terjadi peningkatan permintaan minyak dunia dan gasoline pada Maret dan April 2016:
  • Publikasi bulanan International Energy Agency (IEA) bulan April 2016, tingkat permintaan minyak dunia pada Kuartal I-2016 direvisi naik, dibandingkan publikasi Maret 2016 sebesar 0,16 juta barel per hari (bph) menjadi 94,82 juta bph
  • Publikasi Energy Information and Administration (EIA), rata-rata tingkat permintaan gasoline di Amerika Serikat pada 22 April 2016 naik 71 ribu bph dibandingkan 25 Maret 2016
Selain itu, terjadi penurunan suplai dan produksi minyak mentah dunia pada April 2016 sebagai berikut:
  • Suplai minyak mentah dunia mengalami penurunan hingga 0,26 juta bph menjadi 96,09 juta bph dibandingkan Februari 2016 (IEA April 2016)
  • Rata-rata tingkat produksi minyak mentah Amerika Serikat pada 22 April 2016 adalah sebesar 8,94 juta bph, turun 84 ribu bph dibandingkan rata-rata tingkat produksi Amerika Serikat pada 25 Maret 2016 (EIA April 2016).
Penyebab lainnya adalah adanya penurunan stok minyak komersial, gasoline, dan distillate:
  • Publikasi OPEC April 2016, stok minyak komersial Negara OECD turun 7,9 juta barel pada
  • Februari 2016 menjadi 3,026 juta barel dibandingkan Januari 2016.
  • Publikasi EIA: stok gasoline Amerika Serikat turun 1,3 juta barel menjadi 241,3 juta barel, stok distillate Amerika Serikat pada 22 April 2016 turun 2,9 juta barel dibandingkan 25 Maret 2016 menjadi 158,2 juta.
Faktor lainnya adalah oil rig dunia (kecuali Cina dan FSU) turun hingga mencapai 156 rig pada Maret 2016 dibandingkan Februari 2016 menjadi 1,128 rig. (OPEC MOMR April 2016). Berdasarkan publikasi Baker Hughes, oil rig di Amerika Serikat pada 22 April 2016 turun 29 rig dibandingkan 25 Maret 2016 menjadi 343 rig serta publikasi IEA April 2016, terdapat revisi naik estimasi peningkatan utilisasi kilang pada kuartal I-2016 sebesar 0,2 juta bph menjadi 79,3 juta bph dibandingkan publikasi IEA bulan Maret 2016.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut di atas, juga dipengaruhi antara lain, terdapat revisi turun atas perkiraan produksi minyak China pada tahun 2016 sebesar 85 ribu bph dibandingkan publikasi Februari 2016 menjadi 4,2 juta bph (IEA April 2016) dan rata-rata permintaan minyak India pada Januari sampai dengan  Februari 2016 naik 0,5 juta bph dibandingkan periode yang sama tahun 2015 menjadi 4,6 juta bph (OPEC April 2016).

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan April 2016 dibandingkan bulan Maret 2016 sebagai berikut:
  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 3,16 per barel dari US$ 37,96 per barel menjadi US$ 41,12 per barel
  • Brent (ICE) naik sebesar US$ 3,55 per barel  dari US$ 39,79 per barel menjadi US$ 43,34 per barel
  • Basket OPEC naik sebesar US$ 2,96 per barel dari US$ 34,65 per barel menjadi US$ 37,62 per barel
(wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads