Dari 21 sumur gas milik PT LBI, hanya 11 sumur yang masih aktif berproduksi mengeluarkan gas.
"Di Desa Wunut Porong ini Lapindo mempunyai sumur gas sebanyak 21. Namun saat ini hanya 11 sumur gas yang masih aktif," kata Vice Presiden Operation Lapindo Brantas Inc Harja Harsana kepada wartawan disela memberikan CSR pavingisasi di Desa Wunut Porong Sidoarjo, Selasa (3/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya tambah Harja, LBI pernah melakukan kegiatan Workover pada tahun 2008 di empat sumur. Tahun 2010 ada 2 sumur dan terakhir 2012 dan 2013 ada 5 sumur.
Saat ini kata dia, total produksi gas di Lapangan Wunut dan Tanggulangin sekitar 5 juta kaki kubik (MMSCFD). Dia berharap setelah workover, produksi gas meningkat dua kali lipat menjadi 10 juta MMSCFD.
"Awal pengeboran sebelum kejadian semburan lumpur bisa mencapai 80 MMSCFD," jelasnya.
Dari 26 sumur milik PT Lapindo di Sidoarjo, yang masih aktif berproduksi hanya 14 sumur. Yakni 3 sumur di Lapangan Tanggulangin dan 11 sumur di Lapangan Wunut.
Sementara itu, Roby, Ketua RT 8 Desa Wunut, Kecamatan Porong, tidak mempermasalahkan rencana PT LBI yang akan melakukan pembersihan terhadap pipa gas.
Menerutnya, sebelum pembersihan dilakukan, PT LBI sudah melakukan sosialisasi terhadap warga yang tinggal di sekitar sumur Wunut.
"Warga juga sudah setuju, namun warga meminta kepada PT Lapindo untuk memberikan bantuan pavingisasi di dua tempat dan melakukan normalisasi irigasi di Desa Wunut. Karena Desa Wunut bila musim penghujan selalu dilanda banjir. Alhamdulillah permintaan itu dikabulkan," ujar Roby. (hns/hns)











































