General Manager PLN Distribusi Jaya Raya (Disjaya), Syamsul Huda mengungkapkan bahwa 7 dari 11 Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) mendistribusikan listrik ke Jakarta sudah kelebihan beban, rata-rata bebannya sudah lebih dari 80%.
Akibatnya, bila ada 1 GITET saja yang mengalami gangguan dipastikan ada wilayah yang mati lampu. Beban dari GITET yang terganggu tak bisa dialihkan seluruhnya ke GI (Gardu Induk) lain yang berdekatan karena bebannya sudah 80%, hanya punya sisa ruang 20%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian besar sumber listrik untuk Jakarta memprihatinkan karena lebih dari 80% bebannya. Kalau saluran nggak mencukupi terjadi penyumbatan, listrik nggak sampai ke pelanggan. Untuk tambah gardu di Jakarta kan butuh tempat. Tempatnya ini yang jadi masalah. PLN perlu dibantu untuk menaruh gardu," papar Syamsul dalam diskusi di Kantor PLN Disjaya, Jakarta, Rabu (4/5/2016).
"Hanya 4 GITET yang bebannya masih kurang dari 70%. Ada 7 GITET yang sudah overload. Kalau ada 1 yang terganggu saja, beban tak bisa dialihkan semuanya karena sudah penuh, ini mengakibatkan PLN tidak fleksibel dalam mengoperasikan ini," dia menambahkan.
PLN Disjaya memperkirakan bahwa konsumsi listrik Jakarta akan meningkat hingga 10.070 MW pada 2020, dari beban puncak saat ini sebesar 7.293 MW. Kapasitas GITET sekarang baru 9.000 MVA. Idealnya, kapasitas GITET harus mencapai 13.000 MVA pada 2020.
Untuk menyiasati sulitnya masalah pembebasan lahan ini, PLN telah menyepakati kerja sama dengan Pemda DKI Jakarta pada 15 Maret 2016 lalu. PLN dapat meminjam lahan milik Pemda DKI Jakarta untuk pembangunan gardu-gardu.
"MoU (Memorandum of Understanding) dengan Pemda sudah diteken pada 15 Maret 2016, kerja sama penyediaan infrastruktur listrik di Jakarta. Untuk mengalirkan listrik ke tengah kota nggak mungkin pakai infrastruktur saat ini. Bagaimana kita membangun GI kalau penduduknya sudah padat seperti ini? Makanya kita kerja sama dengan Pemda, kita bisa pinjam lahan mereka," paparnya.
Syamsul juga mengimbau kepada penduduk DKI Jakarta agar tidak menolak pembangunan gardu di dekat rumahnya, ini demi kelancaran aliran listrik. Dia menegaskan, gardu tidak sama sekali membahayakan. Penduduk yang tinggal di dekat gardu justru beruntung karena suplai listrik pasti sangat lancar.
"Tinggal di dekat gardu itu nyaman sekali, ibarat gardu itu sumber mata air, listriknya dijamin jauh lebih handal dibanding tempat lain. Nggak berbahaya kok, itu hanya persepsi masyarakat. Kalaupun padam pasti PLN akan cepat mengatasi," tutupnya. (hns/hns)











































