Cegah Pencurian Listrik di Jakarta, PLN Bangun 200 'SPBU Listrik'

Cegah Pencurian Listrik di Jakarta, PLN Bangun 200 'SPBU Listrik'

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 04 Mei 2016 17:50 WIB
Cegah Pencurian Listrik di Jakarta, PLN Bangun 200 SPBU Listrik
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Salah satu bentuk pencurian listrik yang mudah ditemui di Jakarta adalah penyambungan listrik ilegal yang dilakukan oleh pedagang kaki lima (PKL) dan warung-warung tenda di pinggir jalan.

Selain merugikan PLN, tindakan tersebut juga membahayakan masyarakat. Sebab, PKL dan warung-warung tenda menyambung kabel yang tidak sesuai standar ke penerangan jalan umum (PJU).

"Sering terjadi PKL melakukan pemakaian listrik ilegal. Ini bisa membahayakan, instalasi yang dipakai untuk mencantol tidak standar, membuar rawan terjadi kebakaran," kata General Manager PLN Disjaya, Syamsul Huda, saat berdiskusi dengan media di Kantornya, Jakarta, Rabu (4/5/2016)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil, PLN akan membuat Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Tempat pengisian listrik ini diberi nama SPLU Beji Lintar.

Beji artinya sumber, dan Lintar singkatan dari Listrik Pintar (Lintar). SPLU ini ada yang berdiri sendiri (standing) dan dipasang di tiang-tiang listrik (cantol). Bentuknya kotak, mirip box untuk mengambil tiket parkir, yang di tengahnya terdapat meteran listrik (kWh meter) persis seperti meteran di rumah-rumah.

SPLU ini bisa digunakan oleh siapa saja. Pengguna tinggal membeli pulsa listrik di ATM, penjual pulsa, atau mini market lalu mengisinya ke meteran. Setelah itu SPLU dapat mengalirkan listrik untuk lampu, mengisi baterai handphone, dan sebagainya.

PKL dan warung-warung juga bisa menggunakan ini untuk sumber listrik saat berdagang.

"Ada SPLU Beji Lintar yang bisa diisi dengan bayar dari mana pun. Siap digunakan. Ini seperti kWh meter di rumah tapi ada di tempat umum. Yang mau pakai tinggal isi token lalu pakai," ucap Syamsul.

Tahun ini akan dibangun 200 SPLU Beji Lintar di seluruh Jakarta, 160 SPLU cantol di tiang-tiang listrik dan 40 SPLU standing di lokasi-lokasi pembinaan PKL milik Pemda DKI Jakarta.

"200 SPLU kita pasang di seluruh area, dalam tahun ini akan terpasang. Kalau permintaan banyak banget, kita tambah lagi, kita penuhi," ujarnya.

Tetapi Syamsul belum dapat merinci di mana saja SPLU akan dibangun dan PKL di mana saja yang dapat menikmatinya. Lokasi akan ditentukan bersama dengan Pemda DKI Jakarta agar tidak dipasang di wilayah yang tidak boleh ada PKL.

"Kita bekerja sama dengan Pemda supaya tidak salah lokasi, jangan sampai di lokasi yang dilarang kita pasang juga," tukas dia.

Adanya SPLU ini akan menguntungkan semua pihak. Pemda DKI Jakarta diuntungkan karena sambungan listrik di pinggir jalan menjadi tidak semrawut, masyarakat terhindar dari bahaya kebakaran, dan PKL tak perlu membayar iuran listrik ke preman-preman.

SPLU Beji Lintar juga bisa digunakan untuk mengisi (charge) baterai sepeda listrik, motor listrik, dan mobil listrik. "Ini pilot project juga, bisa untuk mobil listrik yang bakal berkembang di masa mendatang," tutupnya. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads