Sesuai dengan komitmen tersebut, PLN saat ini berada dalam jalur percepatan untuk realisasi program 35.000 MW, ada pun rencana yang telah disusun oleh PLN dalam kurun waktu 5 tahun (2014-2019) yakni akan membangun 109 pembangkit, masing-masing terdiri dari 35 proyek oleh PLN dengan total kapasitas 10.681 MW dan 74 Proyek oleh swasta/Independent Power Producer (IPP) dengan total kapasitas 25.904 MW.
Hingga kuartal I-2016, sebanyak 12.226,8 MW dari total 35.000 MW atau 34,4% yang akan dibangun dalam 5 tahun sedang tahap perencanaan. Sebanyak 8.377,7 MW atau 23,6% sedang dalam tahap pengadaan. Selain itu, PLN juga telah melakukan banyak penandatanganan kontrak jual beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, untuk progres konstruksi sudah mencapai 3.862 MW atau 10,9% meliputi pembangunan pembangkit, transmisi dan Gardu Induk. Di mana 397 MW pembangkit telah berhasil beroperasi dan masuk sistem kelistrikan. Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo yang telah mampu beroperasi maksimal dan mengatasi defisit listrik di Gorontalo.
"Pembangunan PLTG Gorontalo ini relatif cepat, sejak dibangun pada September 2015, pembangkit berkapasitas 100 MW ini telah mampu beroperasi dan menambah keandalan listrik sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo," tambah Agung.
Agung menambahkan, sebagian besar pembangkit listrik yang merupakan bagian dari proyek 35.000 MW ditargetkan beroperasi di tahun 2019.
"Perlu diketahui bahwa membangun pembangkit itu membutuhkan waktu yang lama, misalnya Pembangkit Listrik Gas dan Uap (PLTGU). Bisa dibayangkan untuk membangun konstruksinya saja, satu pembangkit butuh waktu sekitar 36 hingga 48 bulan, kalau Pembangkit LIstrik Tenaga Air (PLTA) bisa lebih lama lagi. Meski membutuhkan waktu lama, namun kami akan bekerja keras untuk memenuhi targetΒ agar setiap tahun ada pembangkit yang sudah beroperasi," imbuh Agung.
Berikut target pengoperasian proyek 35.000 MW plus 7.000 MW dari 2015-2019:
- 2016:Β 38 pembangkit listrik, total kapasitas 2.414,50 MW.
- 2017:Β 106 pembangkit listrik, total kapasitas 5.576,9 MW.
- 2018:Β 86 pembangkit listrik, total kapasitas 8.446,9 MW.
- 2019:Β 80 pembangkit listrik, total kapasitas 19.117,4 MW.
- Tahap perencanaan: 12.226,8 MW (34,4%).
- Tahap Pengadaan: 8.377,7 MWΒ (23,6%).
- Tahap PPA dan Proses Financial Close : 10.941,07 MW (30,8%).
- Tahap construction dan commisioning: 3.862,45 MW (10,9%).
- Tahap pengoperasian (Commercial Operations Date/COD): 397 MW.











































