Kalimantan Kaya Batu Bara dan Gas, Kok Impor Listrik dari Malaysia?

Kalimantan Kaya Batu Bara dan Gas, Kok Impor Listrik dari Malaysia?

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2016 14:56 WIB
Kalimantan Kaya Batu Bara dan Gas, Kok Impor Listrik dari Malaysia?
Foto: Ari Saputra
Bengkayang - Kalimantan punya banyak sumber energi, misalnya batu bara dan gas bumi. Ironisnya pulau ini masih defisit listrik, pemadaman bergilir (byar pet) di pulau yang kaya sumber energi ini adalah hal yang biasa. Bahkan, Kalimantan Barat sampai harus impor listrik dari Serawak.

Total beban puncak di Kalbar mencapai 307 MW, sementara daya mampu listrik dari pembangkit-pembangkit milik PLN dan PLTD sewa hanya 282 MW. Mulai 20 Januari 2016 lalu, PLN membeli listrik dari perusahaan asal Malaysia, Serawak Energy Berhard, untuk memenuhi kebutuhan di Kalbar.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, membenarkan bahwa sebetulnya kekayaan alam Kalimantan sudah sangat cukup untuk menerangi seluruh pulau, termasuk provinsi Kalbar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun membangun pembangkit sendiri perlu waktu bertahun-tahun, misalnya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) butuh setidaknya 4 tahun. Sementara di sisi lain konsumsi listrik masyarakat terus meningkat dari hari ke hari.

Maka, sambil menunggu pembangkit selesai dibangun, impor listrik dari Malaysia dilakukan supaya masyarakat tidak menderita akibat kekurangan listrik. Impor listrik hanya dilakukan hingga pembangunan pembangkit-pembangkit listrik di Kalimantan rampung semua.

"Untuk bikin pembangkit batu bara kan perlu waktu kira-kira 4 tahun. Sambil menunggu itu terbangun tentu kita perlu listrik juga," kata Jarman usai pertemuan dengan Menteri Tenaga Hijau dan Teknologi Malaysia di Bengkayang, Kalimantan Barat, Selasa (10/5/2016).

Dia menambahkan, meski saat ini mengimpor listrik, nantinya Indonesia bakal gantian mengekspor listrik ke Malaysia. Sejumlah PLTU akan dibangun di Kalimantan Utara. Bila PLTU-PLTU itu sudah jadi, sebagian listriknya akan diekspor ke Sabah.

"Nanti kita punya batu bara banyak di Kalimantan Utara, bisa ekspor listrik ke Sabah," ucapnya.

Selain itu, PLTU berkapasitas 2x600 MW akan dibangun di Riau, separuh dayanya atau 600 MW akan diekspor ke Semenanjung Malaysia.

"Kebetulan untuk Kalbar kita beli dari Serawak, tapi nanti di Sumatra kita jual listrik ke Semenanjung," tutupnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads