6 Kota Ini Bebas dari Pemadaman Berkat Listrik Impor dari Malaysia

6 Kota Ini Bebas dari Pemadaman Berkat Listrik Impor dari Malaysia

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2016 15:58 WIB
6 Kota Ini Bebas dari Pemadaman Berkat Listrik Impor dari Malaysia
Foto: Istimewa/dok PLN
Bengkayang - Impor listrik mulai dilakukan Indonesia sejak 20 Januari 2016. Listrik sebesar 50 MW mengalir dari Serawak, Malaysia, ke Kalimantan Barat (Kalbar), Indonesia.

Impor tersebut terus meningkat, per 9 Mei 2016 kemarin sudah 75 MW dan pada 16 Mei 2016 nanti bertambah lagi menjadi 95 MW.

Berkat pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Bakun di Serawak, kini 6 kota dan kabupaten di Kalbar bebas dari pemadaman bergilir (byar pet). Sebelumnya, pemadaman terjadi 2 kali sehari selama 2 jam tiap pemadaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dampak dari interkoneksi ini menambah daya di Pontianak, Mempawah, Bengkayang, Singkawang, Sambas, Kubu Raya. Pemadaman bergilir sudah tidak ada," ujar Manajer PLN Unit Operasional APDP Kalbar, Ricky Cahya Ardian, saat ditemui di Bengkayang, Kalbar, Selasa (10/5/2016).

Tambahan suplai listrik dari Malaysia membuat daya mampu PLN di Kalbar kini meningkat hingga 325 MW, di atas beban puncak sebesar 307 MW.

"Daya mampu PLN sekarang meningkat menjadi 325 MW dengan beban puncak 307 MW," tukasnya.

Impor listrik dari Malaysia ini akan terus berlangsung setidaknya hingga 5 tahun ke depan. Setelah itu, impor masih mungkin dilanjutkan atau bisa jadi gantian Indonesia yang mengekspor listrik, tergantung kondisi dan negosiasi 5 tahun lagi.

"Perjanjian berlangsung sampai 2020. Lima tahun pertama kita impor, berikutnya tergantung negosiasi," ucap Ricky.

Selain membuat 6 kabupaten dan kota terbebas dari pemadaman bergilir, listrik yang diimpor dari Malaysia juga tergolong murah, hanya Rp 900/kWh. Sebagai pembanding, harga listrik dari PLTD-PLTD yang disewa PLN untuk melistriki Kalbar mencapai Rp 3.000/kWh.

Subsidi listrik bisa dikurangi dengan adanya penghematan ini, PLN pun memperoleh margin yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur kelistrikan. Menurut perhitungan kasar Ricky, PLN memperoleh penghematan sebesar Rp 1,5 miliar per hari dari listrik impor ini.

Konsumsi listrik di 6 kota dan kabupaten yang mendapat pasokan listrik dari Serawak mencapai 1 juta kWh per hari. Harga listrik dari Serawak lebih murah Rp 1.500/kWh dibanding PLTD, maka efisiensi per hari Rp 1,5 miliar, PLTD-PLTD sewa pun bisa dikurangi.

"Listriknya murah, daripada kita bakar BBM terus. Kita bisa hemat Rp 1,5 miliar/hari, menurunkan pemakaian BBM PLN," tutupnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads