3 BUMN 'Keroyokan' Bangun PLTG 60 MW di Bandara Soetta

3 BUMN 'Keroyokan' Bangun PLTG 60 MW di Bandara Soetta

Dina Rayanti - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2016 11:50 WIB
3 BUMN Keroyokan Bangun PLTG 60 MW di Bandara Soetta
Foto: Dina Rayanti
Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II) akan melengkapi Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang dengan power plant atau Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 60 Mega Watt (MW).

Pelaksanaan pembangunan pembangkit listrik akan diberikan kepada PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Hari ini ketiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut menandatangani kerja sama untuk pengembangan tersebut.

PGN akan memasok kebutuhan gas bumi bagi pembangkit listrik tersebut, sementara WIKA akan melakukan proses pengadaan jasa konsultan, penyusunan feasibilty study, dan mengkoordinasikan dengan pihak lainnya. Sedangkan AP II yang merupakan pengelola Bandara Soetta akan menjadi pengguna utama dari produksi listrik yang dihasilkan oleh PLTG tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mahalnya biaya listrik di bandara makanya kita berpikir ada power plant sendiri," ujar Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN, Pontas Tambunan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Pembangunan PLTG ini bisa diharapkan bisa selesai dalam waktu 1 tahun 4 bulan.

"Ide pembangunan pembangkit ini sudah lama karena kebutuhan besar dan sangat besar. Saat ini 60 MW dan ke depan bisa 150 MW. Kami butuh waktu 2-3 bulan finalisasi DED (Design Engineering and Development) dan setelah itu kita mulai konstruksi selama kurang dari 1 tahun. Sehingga bisa berjalan setidaknya 1 tahun 4 bulan," kata Direktur Utama AP II, Budi Karya Sumadi. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads