Pelaksanaan pembangunan pembangkit listrik akan diberikan kepada PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Hari ini ketiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut menandatangani kerja sama untuk pengembangan tersebut.
PGN akan memasok kebutuhan gas bumi bagi pembangkit listrik tersebut, sementara WIKA akan melakukan proses pengadaan jasa konsultan, penyusunan feasibilty study, dan mengkoordinasikan dengan pihak lainnya. Sedangkan AP II yang merupakan pengelola Bandara Soetta akan menjadi pengguna utama dari produksi listrik yang dihasilkan oleh PLTG tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan PLTG ini bisa diharapkan bisa selesai dalam waktu 1 tahun 4 bulan.
"Ide pembangunan pembangkit ini sudah lama karena kebutuhan besar dan sangat besar. Saat ini 60 MW dan ke depan bisa 150 MW. Kami butuh waktu 2-3 bulan finalisasi DED (Design Engineering and Development) dan setelah itu kita mulai konstruksi selama kurang dari 1 tahun. Sehingga bisa berjalan setidaknya 1 tahun 4 bulan," kata Direktur Utama AP II, Budi Karya Sumadi. (feb/feb)











































