Bangun Pembangkit Listrik di Bandara Soetta, 3 BUMN Ini Kucurkan Rp 1 T

Bangun Pembangkit Listrik di Bandara Soetta, 3 BUMN Ini Kucurkan Rp 1 T

Dina Rayanti - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2016 13:47 WIB
Bangun Pembangkit Listrik di Bandara Soetta, 3 BUMN Ini Kucurkan Rp 1 T
Foto: Dina Rayanti
Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II) akan membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) untuk menambah pasokan listrik ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Pembangunan PLTG ini menelan biaya hingga Rp 1 triliun.

"Dalam kalkulasi kasar itu sekitar Rp 1 triliun," ujar Direktur utama AP II, Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

PLTG ini dibangun karena kebutuhan listrik di Bandara Soetta akan bertambah saat Terminal 3 Ultimate mulai beroperasi bulan depan. Budi menjelaskan, saat ini kebutuhan listrik di Bandara Soetta mencapai 60 MW, dan akan meningkat hingga 100 MW setelah Terminal 3 Ultimate mulai beroperasi. Kebutuhan listrik itu akan bertambah lagi hingga 150 MW saat proyek cargo village selesai dan mulai beroperasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangunan PLTG berkapasitas 50 MW-60 MW ini melibatkan AP II, PT Wijaya Karya Tbk (Wika), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Budi menjelaskan, porsi investasi AP II dalam proyek ini mencapai 51%, sedangkan sisanya dibagi antara Wika dan PGN.

"Rencananya Angkasa Pura mayoritas 51%. Sisanya PGN dan Wika," terang Budi

PLTG ini akan dibangun di  kawasan Bandara Soetta di atas lahan seluas 5 hektare.

"Akan dibangun di Soetta kira-kira 5 hektare. Kita sudah menyiapkan sejumlah tanah dan jaraknya tidak jauh dari bandara," kata Budi.

Saat ini, AP II sedang menyelesaikan desain pembangunan dalam waktu 3 bulan. Sedangkan, proses pembangunan diperkirakan memakan waktu setahun. Proyek ini akan digarap oleh Wika, dan akan mendapat pasokan gas dari PGN. (hns/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads