"Dalam kalkulasi kasar itu sekitar Rp 1 triliun," ujar Direktur utama AP II, Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/5/2016).
PLTG ini dibangun karena kebutuhan listrik di Bandara Soetta akan bertambah saat Terminal 3 Ultimate mulai beroperasi bulan depan. Budi menjelaskan, saat ini kebutuhan listrik di Bandara Soetta mencapai 60 MW, dan akan meningkat hingga 100 MW setelah Terminal 3 Ultimate mulai beroperasi. Kebutuhan listrik itu akan bertambah lagi hingga 150 MW saat proyek cargo village selesai dan mulai beroperasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencananya Angkasa Pura mayoritas 51%. Sisanya PGN dan Wika," terang Budi
PLTG ini akan dibangun di kawasan Bandara Soetta di atas lahan seluas 5 hektare.
"Akan dibangun di Soetta kira-kira 5 hektare. Kita sudah menyiapkan sejumlah tanah dan jaraknya tidak jauh dari bandara," kata Budi.
Saat ini, AP II sedang menyelesaikan desain pembangunan dalam waktu 3 bulan. Sedangkan, proses pembangunan diperkirakan memakan waktu setahun. Proyek ini akan digarap oleh Wika, dan akan mendapat pasokan gas dari PGN. (hns/feb)











































