Memang tak semuanya dibangun PLN. Porsi PLN untuk pembangkit listrik hanya 5.000 MW, 30.000 MW sisanya akan dibangun oleh produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP). Sebagian besar listrik akan dibeli PLN dari IPP, lalu listrik dialirkan kepada masyarakat melalui jaringan milik PLN.
Dalam proyek ini, PLN akan lebih fokus untuk pembangunan jaringan transmisi dan GI (Gardu Induk). Total dibutuhkan transmisi sepanjang 46.000 km dan 1.375 GI berkapasitas 108.789 MVA untuk proyek 35.000 MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari mana PLN mendapatkan dana ratusan triliun untuk membangun pembangkit listrik 5.000 MW, transmisi 46.000 km, dan 1.375 GI tersebut?
Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengungkapkan bahwa sebagian besar dana diperoleh dari utang, obligasi, laba PLN, dan pengurangan dividen yang harus disetor ke negara.
"Sumber dananya dari pinjaman, obligasi, laba, dan dividen kami yang tidak dipotong," kata Sofyan dalam diskusi di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/5/2016).
Dia menuturkan, berbagai bank dan lembaga keuangan siap memberikan pinjaman pada PLN. "Pinjaman-pinjaman yang sudaj siap banyak sekali. Negara-negara lain seperti China sedang lesu (ekonominya), makanya bank berbondong-bondong datang ke Indonesia," ujarnya.
Apalagi kini PLN punya ruang yang lebih besar untuk berutang berkat revaluasi aset. Nilai aset PLN naik dari Rp 600 triliun menjadi Rp 1.180 triliun setelah revaluasi aset. "Revaluasi aset kita lakukan, equity kami naik berkat revaluasi. Kami jadi bisa mendapat kredit lebih besar," ucap Sofyan.
Berikut daftar bank-bank yang siap memberi pinjaman berdasarkan data PLN yang dikutip detikFinance:
1. World Bank, dana yang disiapkan US$ 3,75 miliar dalam 4 tahun
2. ADB, US$ 4,05 miliar dalam 5 tahun
3. JICA, US$ 5 miliar dalam 5 tahun
4. KFW, Euro 655 juta untuk transmisi dan Euro 700 juta untuk pembangkit listrik renewable (energi terbarukan)
5. AFD, Euro 300 juta
6. CEXIM, US$ 5 miliar
7. CDB, US$ 10 miliar
8. IDB, US$ 300 juta
Total potensi: US$ 28,1 miliar dan Euro 1,65 miliar
Selain itu, PLN juga memperoleh pinjaman dari bank-bank dalam negeri seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BCA. (hns/hns)











































