Kapan Jakarta Bisa Bebas dari Masalah Byar Pet Listrik?

Kapan Jakarta Bisa Bebas dari Masalah Byar Pet Listrik?

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 12 Mei 2016 18:09 WIB
Kapan Jakarta Bisa Bebas dari Masalah Byar Pet Listrik?
Foto: M Zainuddin/pasangmata.com
Jakarta - Meski kondisinya relatif lebih baik dibanding provinsi-provinsi lainnya, DKI Jakarta juga Belum bebas dari masalah byar pet listrik. Pemadaman masih terjadi di Jakarta.

Tapi penyebabnya bukan karena defisit listrik. Pasokan listrik ke Jakarta sudah aman, tapi Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET), Gardu Induk (GI), dan transmisi yang mengalirkan listrik ke Jakarta sudah kelebihan beban.

Ada 11 GITET yang mendistribusikan listrik ke Jakarta, yaitu GITET Cilegon, Bekasi, Cawang, Depok, Cibinong, Gandul, KIT Muara Karang, Kembangan, KIT Lontar, Balaraja, dan KIT Priok. 7 dari 11 GITET sudah kelebihan beban (overload).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya 1 GITET yang masih sangat aman atau di bawah 70%, yaitu Balaraja. KIT Priok, Muara Karang, dan Depok masih cukup ideal, punya cukup ruang untuk menanggung pengalihan beban apabila ada GITET lain yang mengalami gangguan. Sedangkan GITET lain sudah sangat tinggi bebannya, di atas 80%, bahkan GITET Cawang bebannya sampai 99%.

Kondisi ini berbahaya karena pemadaman listrik tak terhindarkan ketika ada sedikit saja gangguan di GITET. Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, menjelaskan bahwa Jakarta memang butuh tambahan GITET, GI, dan transmisi baru supaya bebas dari byar pet.

Namun, tak mudah melakukan penambahan infrastruktur kelistrikan karena situasi kota Jakarta yang sudah sangat padat penduduk, harga tanahnya sangat mahal, sehingga PLN kesulitan melakukan pembebasan lahan.

"DKI Jakarta ini mungkin beberapa kali mengalami pemadaman karena ada beberapa resiko mengenai GI dan transmisi. Bukan karena ketidakmampuan PLN, tapi sulitnya pembebasan lahan, sulitnya kami melewati perumahan dan kampung-kampung untuk transmisi," tutur Sofyan dalam diskusi di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Saat ini PLN tengah berupaya melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan jaringan baru di Jakarta. Berkat Perpres Nomor 4 Tahun 2016 yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2016 lalu, PLN bisa membeli tanah dengan harga pasar, bukan lagi harga NJOP. Dengan begitu, harga dari PLN dengan keinginan masyarakat bisa disesuaikan, pembebasan lahan menjadi lebih mudah.

PLN juga bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta, tanah-tanah milik pemda bisa dipinjam PLN untuk gardu dan transmisi. Selain itu, PLN kini banyak menggunakan kabel bawah tanah untuk jaringan listrik, tidak lagi menggantung di tiang-tiang, sehingga tak perlu pembebasan lahan.

Dengan berbagai cara itu, Sofyan yakin Jakarta bisa bebas dari pemadaman listrik dalam 1 hingga 2 tahun lagi.

"Untuk Jakarta sebagian besar 70 persen sudah pembebasan lahan, kita juga kerja sama dengan Pemda. Tinggal 9 lokasi yang belum dikuasai, prosesnya sedang berjalan. Kita pakai jaringan bawah tanah biar lebih cepat. Mudah-mudahan 1-2 tahun ke depan bisa diselesaikan," tutupnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads