Lelang Pembangkit Listrik Terbesar di Proyek 35.000 MW Dibatalkan, Ini Kata ESDM

Lelang Pembangkit Listrik Terbesar di Proyek 35.000 MW Dibatalkan, Ini Kata ESDM

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 16 Mei 2016 08:58 WIB
Lelang Pembangkit Listrik Terbesar di Proyek 35.000 MW Dibatalkan, Ini Kata ESDM
Foto: poll
Jakarta - Baru-baru ini PLN membatalkan lelang PLTU Jawa 5 yang rencananya dibangun di Serang, Banten, dengan kapasitas 2x1.000 MW. PLTU Jawa 5 merupakan pembangkit terbesar dalam proyek 35.000 MW, setara dengan PLTU Batang.

Sebenarnya lelang sudah mencapai tahap akhir, tinggal tersisa 2 calon dan PLN tinggal menunjuk pemenang. Tapi direksi PLN memutuskan untuk membatalkan lelang pengadaan tersebut, dan akan mengulang lelang dari awal lagi.

Terkait masalah ini, Kementerian ESDM meminta PLN menjelaskan terlebih dahulu alasan pembatalan kepada para peserta lelang (bidder) sebelum melakukan lelang ulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alasan itu harus disampaikan PLN kepada para bidder-nya," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, melalui pesan singkat kepada detikFinance di Jakarta, Senin (16/5/2016).

Jarman menambahkan, lelang PLTU Jawa 5 harus secepatnya diselesaikan PLN agar tidak mengganggu realisasi proyek 35.000 MW. Bila lelang tertunda lebih dari 3 bulan, jadwal operasi PLTU Jawa 5 pasti molor, lewat dari 2019.

"Kalau penundaanya hanya 2-3 bulan karena alasan teknis, hal tersebut diharapkan tidak mengganggu proyek 35.000 MW," ucapnya.

Sebagai informasi, pembangunan PLTU Jawa direncanakan sejak tahun 2014 saat PLN masih dipimpin oleh Nur Pamudji, dan sudah masuk dalam Rencana Umum Pembangkit Tenaga Listrik (RUPTL). Pembangkit yang kapasitasnya setara dengan PLTU Batang ini ditujukan untuk menghindarkan Pulau Jawa dari ancaman krisis listrik di 2019.

Rencananya PLTU Jawa 5 sudah mulai konstruksi akhir 2016. Dalam Rencana Umum Pembangkit Tenaga Listrik (RUPTL), PLTU Jawa 5 dijadwalkan bisa mulai beroperasi penuh dan memasok listrik (Commercial Operation Date/COD) di 2019. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads