Blake membawa serta rombongan, yang terdiri dari perwakilan 75 perusahaan asal AS. Perusahaan-perusahaan tersebut semuanya bergerak di bidang yang berkaitan dengan ketenagalistrikan.
Pertemuan berlangsung tertutup di Gedung Heritage Lantai 1, Kementerian ESDM, pukul 15.00-16.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman menyatakan, kedatangan Blake dan para pengusaha dari Negeri Paman Sam ini membuktikan, proyek 35.000 MW mendatangkan investasi yang besar ke dalam negeri.
"Ini membuktikan bahwa minat untuk investasi di power (listrik) itu cukup besar dari dunia Internasional. Jadi tugas saya adalah menjaga agar regulasinya benar, kemudian kebijakannya benar, kemudian fasilitasnya benar, kembali kita ingin mengingatkan supaya di level eksekusi PLN juga sejalan dengan yang dikaitkan pemerintah," paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Blake menyatakan, kedatangan 75 perusahaan AS ini menunjukkan besarnya dukungan negaranya pada proyek 35.000 MW di Indonesia.
"Terima kasih pada Bapak Sudirman Said, yang sudah menerima saya beserta delegasi. Banyaknya perusahaan ini merefleksikan betapa besarnya keinginan Amerika Serikat untuk mendukung tujuan yang sangat ambisius dari Presiden Joko Widodo untuk mencapai proyek 35.000 MW," ucapnya.
"Dan saya sangat bangga sekali banyak proyek awal yang dimulai dan itu proyek dari perusahaan dari Amerika, seperti proyek PLTG 100 MW di Gorontalo didukung oleh empat turbin dari GE (General Electric)," dia melanjutkan.
Pihaknya juga menawarkan bantuan lebih besar untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. "Kita juga ada perusahaanΒ yang bergerak di energi terbarukan yang baru saja membangun dari energi angin yang ada di Indonesia," tutupnya. (wdl/wdl)











































