PLN: Kami Sudah Antisipasi, Krisis Listrik Nias Tak Akan Terjadi Lagi

PLN: Kami Sudah Antisipasi, Krisis Listrik Nias Tak Akan Terjadi Lagi

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 18 Mei 2016 20:05 WIB
PLN: Kami Sudah Antisipasi, Krisis Listrik Nias Tak Akan Terjadi Lagi
Foto: Pool
Jakarta - PT PLN (Persero) berani menjamin, krisis listrik di Pulau Nias tak akan terjadi, meski American Power Rent (APR) Energy, pemilik PLTD sewa berkapasitas 20 MW di Nias, mematikan pembangkit miliknya secara permanen.

Direktur Bisnis Regional Sumatra PLN, Amir Rosidin, menyatakan PLN sudah menyiapkan PLTD baru untuk menggantikan PLTD Moawo 10 MW dan PLTD Idanoi 10 MW milik APR.

"PLN sudah menyiapkan mesin pengganti sebesar 24 MW. Saat ini sudah siap operasi 12 MW, sedangkan 6 MW sudah sampai di lokasi dan akan mulai beroperasi tanggal 23 Mei 2016, sedangkan 6 MW di Teluk akan operasi 26 Mei 2016. Insya Allah akhir Mei 2016 tidak akan ada masalah bila APR memadamkan mesin sewa," kata Amir saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, PLN enggan membeli mesin PLTD milik APR karena spesifikasinya tidak jelas. "PLN meminta specifikasi mesin dan peralatan lainnya, sampai saat ini belum dikirim ke kami," ucapnya.

Selain itu, APR tak mau kontrak sewa PLTD miliknya diperpanjang sampai Desember 2016, mereka ingin PLN menyewa sampai 11 Juni 2016 lalu membeli PLTD milik mereka. PLN tidak bersedia menerima tawaran tersebut. "Mereka maunya begitu," tukas dia.

Sementara itu, Country Director APR Energy, Nizar Rachman, menyatakan pihaknya ingin PLN membayar utang sewa PLTD di Tanjung Morawa dan Kualanamu sebesar Rp 40 miliar pada 27 Mei 2016 sekaligus membeli PLTD milik APR.

"Kami inginnya PLN bayar utang. Tapi opsinya kalau PLN mau dan boleh ya silakan beli saja (PLTD Moawo dan PLTD Idanoi)," ujar Nizar.

Untuk sementara, APR belum berencana mengambil langkah hukum dalam penyelesaian sengketa kontrak dengan PLN. "Sementara ini belum," tutupnya.

Sebagai informasi, krisis listrik di Pulau Nias bisa terulang kembali di akhir Mei. Sebab, masalah kontrak antara PLN dengan pemilik PLTD sewa di Nias, APR Energy, ternyata belum selesai. Dalam surat terbukanya hari ini, APR mengancam akan mematikan pembangkitnya secara permanen pada akhir Mei ini. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads