Perusahaan Rusia Incar Investasi Listrik di RI, Ini Pesan Dari Susi

Laporan dari Sochi

Perusahaan Rusia Incar Investasi Listrik di RI, Ini Pesan Dari Susi

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 19 Mei 2016 15:35 WIB
Perusahaan Rusia Incar Investasi Listrik di RI, Ini Pesan Dari Susi
Foto: Angga Aliya ZRF
Sochi - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi utusan khusus (special envoy) untuk Rusia. Susi pun mencari peluang investasi yang bisa diterapkan oleh perusahaan Rusia di Indonesia.

Pagi tadi waktu setempat, Susi sempat bertemu dengan perusahaan tambang dan energi asal Rusia, Blackspace, yang dipimpin oleh pemegang sahamnya, Aleksandr Sergeevich Isaev dan Dmitry Bosov.

Pihak Blackspace sempat memaparkan aneka proyeknya yang sudah dan akan dikerjakan di Indonesia. Mereka juga tertarik untuk berinvetasi di bidang pembangkit listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk power plant saya akan coba kontak Dirut PLN dan Ibu Rini (Soemarno, Menteri BUMN). Tapi industri perikanan ini yang paling dasar dan bisa lebih cepat masuk," kata Susi di Sochi, Rusia, Kamis (19/5/2016).

Menurut Susi, perikanan akan menjadi sektor unggulan Indonesia yang bisa tumbuh lebih tinggi, bahkan hingga dua kali lipat dari pertumbuhan industri lainnya.

"Terutama pulau terluar itu kan independen. Kita harus pastikan kebutuhan listrik tercukupi. Selama ini power plant terkonsentrasi di pulau-pulau besar," kata Susi.

Maka dari itu, Susi berharap pihak Rusia bisa berinvestasi pembangkit listrik untuk pulau-pulau terluar. Sehingga, para pulau terluar itu bisa melakukan kegiatan ekspor dan impor ikan.

"Kalau ada hambatan birokrasi nanti bisa kita selesaikan sama-sama. Rusia seharusnya bisa masuk di power plant. Harus bisa jauh lebih baik dari (proyek listrik) yang sekarang. On time, appropriate output and input. Sehingga bisa menjadi contoh proyek listrik yang berhasil," ujar Susi.

Blackspace berharap proses perizinan untuk proyek pembangkit listrik bisa cepat selesai, karena proses proyeknya sendiri akan memakan waktu panjang.

"Selain perizinan yang panjang, proyek pembangkit listrik butuh modal besar. Kami dengan senang hari akan pertimbangkan kemungkinan bergabung dengan pemerintah jika ada rencana pembiayan," ujar Aleksandr. (ang/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads