Pagi tadi waktu setempat, Susi sempat bertemu dengan perusahaan tambang dan energi asal Rusia, Blackspace, yang dipimpin oleh pemegang sahamnya, Aleksandr Sergeevich Isaev dan Dmitry Bosov.
Pihak Blackspace sempat memaparkan aneka proyeknya yang sudah dan akan dikerjakan di Indonesia. Mereka juga tertarik untuk berinvetasi di bidang pembangkit listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Susi, perikanan akan menjadi sektor unggulan Indonesia yang bisa tumbuh lebih tinggi, bahkan hingga dua kali lipat dari pertumbuhan industri lainnya.
"Terutama pulau terluar itu kan independen. Kita harus pastikan kebutuhan listrik tercukupi. Selama ini power plant terkonsentrasi di pulau-pulau besar," kata Susi.
Maka dari itu, Susi berharap pihak Rusia bisa berinvestasi pembangkit listrik untuk pulau-pulau terluar. Sehingga, para pulau terluar itu bisa melakukan kegiatan ekspor dan impor ikan.
"Kalau ada hambatan birokrasi nanti bisa kita selesaikan sama-sama. Rusia seharusnya bisa masuk di power plant. Harus bisa jauh lebih baik dari (proyek listrik) yang sekarang. On time, appropriate output and input. Sehingga bisa menjadi contoh proyek listrik yang berhasil," ujar Susi.
Blackspace berharap proses perizinan untuk proyek pembangkit listrik bisa cepat selesai, karena proses proyeknya sendiri akan memakan waktu panjang.
"Selain perizinan yang panjang, proyek pembangkit listrik butuh modal besar. Kami dengan senang hari akan pertimbangkan kemungkinan bergabung dengan pemerintah jika ada rencana pembiayan," ujar Aleksandr. (ang/wdl)











































