Follow detikFinance
Sabtu 21 May 2016, 18:01 WIB

Lewat Cara Ini, Negara Bisa Hemat Listrik Rp 160 Triliun

Dina Rayanti - detikFinance
Lewat Cara Ini, Negara Bisa Hemat Listrik Rp 160 Triliun Foto: Istimewa/dok PLN
Jakarta - Banyak pola perilaku sehari-hari yang tanpa disadari membuat biaya listrik menjadi mahal. Selain membuat biaya listrik membengkak juga memboroskan energi, padahal sumber-sumber energi seperti batu bara, minyak bumi, gas bumi ketersediaannya terbatas.

Direktur Utama PT Energy Management Indonesia (EMI), Aris Yunanto, menjelaskan konsumsi listrik di Indonesia belum efisien. Mulai dari rumah tangga, perkantoran, toko, pasar, industri, sampai pemerintah, melakukan pemborosan energi.

Apabila semua pihak melakukan penghematan, Indonesia bisa melakukan penghematan hingga Rp 160 triliun.

"Dengan melakukan penghematan energi secara bersama-sama di berbagai sektor seperti transportasi, industri manufaktur, bangunan, komersial, pertanian, dan pertambangan kita bisa hemat lebih dari Rp 160 triliun," ujar Aris, saat dihubungi detikFinance, Sabtu (21/5/2016).

Untuk menghemat Rp 160 triliun dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Sektor industri potensi penghematan mencapai 10-30% atau sekitar Rp 107 triliun, penghematan dapat dilakukan dengan cara menambah aditif bahan bakar dan pengelolaan energi yang tidak terpakai.

"Waste heat recovery ini contohnya misal kita punya pabrik, nah pabrik kan punya boiler untuk pemanas itu kan saat memanaskan air untuk mengubah dari air yang dingin ke panas itu besar. Nah boiler kan ada uap panasnya yang tidak terpakai, kita pakai itu uapnya jadi airnya kan sudah lumayan hangat untuk ke panas nggak menggunakan energi banyak lagi," kata Aris.

2. Sektor transportasi potensi penghematan mencapai 15-35% atau sekitar Rp 8,5 triliun, penghematan bisa dilakukan dengan cara menambah aditif bahan bakar, perilaku menyetir, juga converter kit dari BBM ke gas.

"Perilaku dalam menyetir diperbaiki sering mengerem dan tarik egas itu kan tidak baik sebenarnya, tapi karena kondisinya di Jakarta macet jadi ya mau nggak mau makanya perlu teknologi di situ dengan menambah aditif ke BBM juga memasang converter kit dari BBM ke gas," tuturnya.

3. Sektor bangunan, komersial dan rumah tangga potensi penghematan 10-30% atau sekitar Rp 43 triliun. Penghematan ini bisa dilakukan dengan cara mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan, tidak membiarkan peralatan elektronik terus stand by meski tak dipakai, menurunkan suhu ruangan atau memasang inverter pada AC, hal ini bisa dilakukan di rumah ataupun gedung perkantoran.

4. Sektor pertanian dan pertambangan potensi penghematan mencapai 25% atau sekitar Rp 2,5 triliun. Penghematan juga bisa dilakukan dengan cara menambah aditif bahan bakar juga mengefisiensikan alat-alat pertambangan yang sudah tua. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed