Dia hanya mengatakan bahwa ada alasan pribadi di balik mundurnya Kuntoro.
"Saya sudah terima suratnya, beliau alasannya pribadi, kita harus menghormati," kata Rini saat ditemui di Gedung Utama Pertamina, Jakarta, Senin (23/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Kuntoro kirim surat dan sudah saya baca, isinya umum saja. Dugaan saya, Pak Kuntoro ini kan orang yang memegang teguh integritas, bekerja efektif berfungsi dengan baik. Kalau orang seperti beliau sampai mundur bukan masalah sederhana," jelas Sudirman.
Sudirman belum dapat memastikan apakah Kuntoro bermasalah dengan manajemen PLN. Tetapi dia yakin bahwa ada masalah besar yang sampai membuat Kuntoro mundur.
"Saya nggak tahu, tapi seorang Kuntoro Mangkusubroto, pejuang, orang yang biasa menangani masalah-masalah sulit sampai mengundurkan diri itu tidak sederhana," ucapnya.
Seperti diketahui, Kuntoro diangkat oleh Kementerian BUMN sebagai Komut PLN pada 10 November 2015. Mantan Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Indonesia (UKP4) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, sebelumnya diangkat untuk menggantikan posisi Chandra M. Hamzah. (feb/feb)











































