Kontrak ini ditandatangani oleh Vice President of International Operations Saudi Aramco, Said Al-Hadrami dan Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi. Hadir ikut menyaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.
"Ini kelanjutan HoA Pertamina-Saudi Aramco 2015 lalu, progres untuk upgrading Cilacap semakin kelihatan," kata Dwi Soetjipto dalam konferensi pers di Gedung Utama Pertamina, Jakarta, Senin (23/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diproduksi bakal menjadi lebih berkualitas, standar produk bisa mencapai Euro 5. Proyek pengembangan kilang Cilacap ini juga akan meningkatkan kapasitas petrokimia yang diproduksi kilang.
"Jadi kapasitasnya (kilang) naik, kompleksitasnya naik. Ini integrated juga dengan petrochemical industry, tentu saja akan membuat negara kita makin maju dalam hilirisasi," ucap Dwi.
Pada kesempatan yang sama, Rini Soemarno menjelaskan bahwa setelah BED tahap selanjutnya adalah Front End Engineering Design (FEED), kemudian Engineering, Procurement, Construction (EPC) alias konstruksi pada 2019, sehingga proyek RDMP Cilacap rampung di tahun 2022.
"Kami sangat mendorong pekerjaan ini dikerjakan secepatnya karena kita perlu peningkatan kapasitas dan kompleksitas kilang. Kami berharap pekerjaan ini dapat diselesaikan lebih cepat dari waktunya," kata Rini.
Sementara itu, Sudirman Said mengaku gembira dengan kemajuan proyek kilang RDMP Cilacap ini.
"Buat saya event hari ini adalah event pecah telur, kick off dari proyek peningkatan kapasitas kilang kita. Maknanya adalah kita sadari,10 tahun ke depan kita butuh 2 kali lipat dari kapasitas kilang sekarang. Kita perlu modernisasi kilang melalui RDMP dan membangun kilang-kilang baru, nanti akan ada (kilang baru) di Tuban, Bontang, dan Sumatera juga," paparnya.
Dengan meningkatnya kapasitas produksi dan kompleksitas kilang, negara akan mendapat banyak manfaat, mulai dari ketahanan energi hingga penghematan devisa.
"Dengan ini ketergantungan pada impor akan berkurang, devisa kita hemat, dan kualitas BBM kita juga makin baik," pungkasnya. (feb/feb)











































