Agra Energi Investasi Gas Rp 7,5 Triliun di Bantaeng

Agra Energi Investasi Gas Rp 7,5 Triliun di Bantaeng

Muhammad Nur Abdurrahman - detikFinance
Senin, 23 Mei 2016 17:55 WIB
Agra Energi Investasi Gas Rp 7,5 Triliun di Bantaeng
Foto: Daeng Ammang
Bantaeng - Perusahaan swasta nasional, PT Pasifik Agra Energi, menanam investasi sebesar Rp 7,5 triliun untuk membangun terminal gas yang terintegrasi di Kawasan Industri Bantaeng. Awal dari pembangunan terminal gas terintegrasi itu ditandai dengan seremoni penandatangan kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Bupati Bantaeng, Jumat, (20/5/2016).

Kasubag Humas Bantaeng Riesa Meylani menyebutkan, penandatangan MoU dilakukan Direktur Utama Perusahaan Milik Daerah (Perusda) Bajiminasa Bantaeng Taufik Fachruddin bersama Presiden Direktur PT Pasifik Agra Energi Westana H Wiraatmadja, Senin (23/5/2016).

Penandatanganan MoU berupa penyerahan izin prinsip kepada PT Agra untuk menanam investasi di Kawasan Industri Bantaeng. Dalam kesepakatan MoU itu dijelaskan, Perusda menjadi perusahaan yang menyalurkan gas kepada pasar dan Agra menyediakan gas dari dalam dan luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bupati Bantaeng menyambut baik dan berterimakasih yang tak terhingga kepada para investor yang mau menanamkan uangnya di Bantaeng, pengusaha ikut membawa banyak manfaat untuk rakyat dengan membuka lapangan kerja dan berdampak pada kesejahteraan rakyat," ujar Riesa.

Untuk memberi kemudahan dan apresiasi terhadap investor itu, bupati tidak menarik biaya terhadap semua perizinan yang dikeluarkan untuk investasi.

Sementara menurut Westana, sejak Februari 2016 telah melakukan studi kelayakan dan akan berakhir Agustus 2016. Westana mengaku, sebagai perusahaan pertama yang membangun stasiun gas terintegrasi antara gas dan LNG. Untuk tahap pertama membutuhkan lahan 20 hektar dari 50 hektar total lahan yang diperlukan.

"Setelah Agustus kami mulai membangun konstruksi. Kami akan mengisi pasar Indonesia bagian tengah dan bagian timur," ujar Westana.

Sementara menurut Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, dalam pembangunan terminal gas terintegrasi ini membawa banyak kemajuan di Bantaeng. Menurut Nurdin, Pemkab Bantaeng ke depannya akan membangun jaringan pipa-pipa gas ke rumah-rumah warga dan Perusda menyalurkan gas untuk kebutuhan bahan bakar rumah tangga.

"Terminal gas ini bisa mendukung pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar gas. Pemerintah bisa menyiapkan infrastruktur untuk menjadikan Bantaeng sebagai city gas di kawasan timur Indonesia," jelasnya. (mna/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads