Bila PGN menjadi anak usaha Pertamina, tentu nilai aset Pertamina langsung melonjak dalam waktu singkat, kinerja keuangannya juga lebih kinclong. Dengan begitu, Pertamina bisa lebih mudah memperoleh utang pada 2018.
Dengan aset yang lebih besar dan modal yang lebih kuat itu, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto berjanji akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur gas di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekuatan modal itu akan kita manfaatkan pertama-tama untuk infrastruktur di gas karena program konversi dari minyak ke gas, dari LPG ke natural gas. Itu akan memberikan keuntungan kepada masyarakat. Itu yang harus kita fokuskan," kata Dwi saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2016).
Dia juga berjanji, PGN tetap dibesarkan setelah holding terbentuk, pembangunan infrastruktur gas juga tidak akan mandek.
"Integrasi antara Pertamina dan PGN nanti ada benefitnya untuk investasi, nanti kita arahkan kepada bagaimana membangun aset PGN setelah terintegrasi, karena itu bagian dari tanggung jawab kita pada para investor di PGN," janjinya.
Sebagai informasi, awal pekan ini Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan bahwa pembahasan Peraturan Pemerintah (PP) untuk payung hukum Holding BUMN Energi sudah tahap final. Dalam waktu 1 bulan, PP ini akan segera terbit.
"Sudah tahap final, PP-nya sedang diproses di Kemenkum HAM, dalam waktu 1 bulan bisa masuk," kata Rini. (feb/feb)











































