Dalam sambutannya di hadapan para kontraktor listrik, Sudirman menuturkan, baru-baru ini dirinya ditanya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) apakah proyek 35.000 MW bisa selesai seluruhnya di 2019.
Menanggapi pertanyaan dari Presiden, Sudirman mengakui, perkembangan proyek 35.000 MW sejauh ini memang belum benar-benar memuaskan. Tapi dengan kerja keras bersama-sama, target 35.000 MW bisa dikejar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kerja keras, dia menambahkan, kejujuran dan kekompakan dari semua pihak yang terlibat dalam proyek 35.000 MW juga sangat penting. "Setelah ini tim harus kompak, bersikap dan bertindak jujur. Kalau kita semua bertindak jujur maka tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan," tukasnya.
Pada kesempatan ini, Sudirman juga mengajak para anggota AKLI untuk mengambil bagian dalam tender-tender proyek 35.000 MW. "(Investasi untuk proyek 35.000 MW) Rp 1.100 triliun dalam 5 tahun ke depan itu perlu rencana besar. Lihat RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik), ada peluang di mana, itulah kesempatan Bapak-Bapak. Kami sangat senang punya mitra di mana-mana," ujar dia.
Selain proyek 35.000 MW, peluang lain yang ditawarkan Sudirman kepada para anggota AKLI adalah Program Indonesia Terang. Dia meminta para pengusaha ikut membangun infrastruktur kelistrikan di daerah-daerah terpencil.
"Kita juga punya Program Indonesia Terang, ada 12.000 desa yang harus kita garap. Daerah timur akan kita kebut. Mungkin (pembangkit listriknya) secara volume kecil-kecil, tapi maknanya buat mereka luar biasa, 10 MW di Morotai artinya besar sekali. Mudah-mudahan kita bisa menangani bersama-sama," pungkasnya. (wdl/wdl)










































