Cegah Krisis Listrik Terulang, Menteri ESDM Kirim Dirjen ke Pulau Nias

Cegah Krisis Listrik Terulang, Menteri ESDM Kirim Dirjen ke Pulau Nias

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 26 Mei 2016 15:38 WIB
Cegah Krisis Listrik Terulang, Menteri ESDM Kirim Dirjen ke Pulau Nias
Foto: Pool
Jakarta - Krisis listrik di Pulau Nias bisa terulang kembali di akhir Mei. Sebab, masalah kontrak antara PLN dengan pemilik PLTD sewa di Nias, American Power Rent Energy (APR), ternyata belum selesai. APR mengancam akan mematikan pembangkitnya secara permanen pada akhir Mei ini.

Menteri ESDM, Sudirman Said, hari ini secara khusus mengirim Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, ke Pulau Nias untuk mencegah terulangnya krisis listrik seperti pada April 2016 lalu.

"Hari ini Pak Dirjen sedang ada di Nias, sengaja kami kirim untuk mengecek di lapangan karena transisi dari sistem yang lama ke yang baru itu bagaimana pun perlu persiapan. Jadi kami ingin yakin bahwa tidak ada kekurangan pasokan daya, sistemnya langsung nyambung ketika vendor lama (APR) itu menarik pembangkitnya," kata Sudirman, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (26/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum ada laporan dari Jarman terkait keamanan pasokan listrik di Nias. Sudirman berharap penduduk Nias tak mengalami gelap gulita secara mendadak lagi.

"Saya belum dapat laporan tapi mudah-mudahan aman. Saya mengharapkan tidak ada sehari pun gelap," tandasnya.

Menurut laporan yang diterima dari PLN, pasokan listrik di Nias akan tetap aman meski APR mematikan 2 PLTD milik mereka yang berkapasitas 20 MW. Tetapi ESDM merasa perlu untuk meninjau langsung ke sana.

Sebab, walaupun PLN sudah menyiapkan pembangkit baru untuk menggantikan 2 pembangkit sewa milik APR, tentu perlu waktu agar listrik dari pembangkit baru bisa masuk ke sistem. Bila tidak dipersiapkan dengan baik, Nias bisa mati lampu berhari-hari lagi.

"Kalau dari laporan PLN sih kelihatannya cukup aman, tapi kan kami juga perlu check and recheck. Bagaimana pun ganti sistem itu kan perlu persiapan," tutupnya. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads