Akibatnya, dalam beberapa tahun ke depan Indonesia harus mulai mengimpor gas. Salah satu pihak yang sudah mulai merasakan minimnya pasokan gas adalah PT PLN (Persero).
"Konsumsi gas di PLN naik. Yang menjadi masalah adalah gas balance (keseimbangan) antara demand and supply (permintaan dan pasokan), antara apa yang sudah terkontrak dan apa yang diperlukan," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur & Bali, Amin Subekti, dalam acara 40th IPA Convex di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan pelat merah itu sudah mengidentifikasi masalah yang akan dihadapi ke depan. Menurutnya, ada tiga poin penting yang jadi tantangan PLN terkait kebutuhan gas.
Pertama, kondisi suplai. PLN sudah mengamankan beberapa kontrak penyaluran gas, namun ada yang akan berakhir dalam waktu dekat.
Kedua, alokasi gas. PLN harus mulai mencari pasokan gas baru sebelum suplai yang ada saat ini habis.
"Ketiga pricing (harga). Ini erat kaitannya dengan infrastruktur," katanya. (ang/dnl)











































