Apakah Rosneft bakal digandeng juga untuk proyek kilang Bontang?
Menurut Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, lelang kilang Bontang akan segera dibuka. Perusahaan pelat merah itu berharap akan ada investor baru lagi yang masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kilang Bontang akan segera kita lakukan seleksi investornya siapa. Nanti akan kita lihat, masing-masing kita harapkan memiliki fokus. Kita akan lihat lagi Bontang untuk yang lain," kata Dwi usai konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (26/5/2016).
Tetapi, bukan berarti peluang tertutup untuk Rosneft. Rosneft tetap bisa ikut tender dan bisa menang lagi asalkan memenuhi kriteria-kriteria penilaian yang ditetapkan.
"Belum kita tetapkan, nanti kita lihat siapa yang berminat, tetap beauty contest (lelang)," papar Dwi.
Pertamina berencana melakukan upgrade atas 4 kilang yang sudah ada dan membangun 2 kilang baru hingga 2025 untuk meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar minyak (BBM) hingga 2,2 juta barel per hari (bph).
Upgrade kilang Balikpapan akan dilakukan Pertamina sendiri, upgrade kilang Cilacap dilakukan bersama Saudi Aramco, lalu kilang Dumai dan Balongan juga sudah ada Nota Kesepahaman dengan Saudi Aramco.
Tetapi investor lain bisa masuk bila Saudi Aramco tak jadi masuk ke proyek upgrade kilang Balongan atau Dumai. Kemudian untuk pembangunan kilang Tuban baru saja terpilih Rosneft sebagai partner Pertamina.
"Kalau upgrade kilang Balikpapan akan kita jalankan sendiri. Saudi Aramco sudah ada MoU dengan Pertamina untuk upgrade kilang Cilacap, Balongan dan Dumai. Cilacap sudah jalan, tapi Balongan dan Dumai masih akan dilakukan studi lebih lanjut oleh Saudi Aramco, kalau tidak jadi kita cari yang lain," pungkas Dwi. (ang/ang)











































