Ali mengatakan, sebelum ada PLTS, pasokan listrik di Desa Bunaken hanya mulai dari pukul 18.00-06.00 WITA. Pasokan listrik ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 250 KVA.
Listrik yang hanya berlangsung mulai dari petang hingga pagi pukul 06.00 WITA itu membuat Ali terpaksa menggunakan peralatan manual untuk membuat atau mereparasi kapal. Padahal, dia ingin memakai mesin agar bisa menghemat waktu dan tenaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beli genset untuk pribadi, harganya Rp 12 juta," ujar Ali di Bunaken, Jumat (27/5/2016).
Kehadiran genset tak menjamin pekerjaan Ali lancar. Sebab, tak jarang dia kembali menggunakan pealatan manual karena harus manunggu kiriman solar untuk bahan bakar genset.
Namun, persoalan listrik kini bisa teratasi setelah PLTS di Bunaken mulai beroperasi sejak 2011 lalu. Dalam 5 tahun terakhir ini, Ali tak lagi pusing dengan urusan listrik karena sudah bisa mengalir selama 24 jam.
Bukan itu saja, Ali kini bisa membuat atau mereparasi kapal mulai dari pukul 07.30-16.30 WITA sepenuhnya dengan menggunakan mesin.
"Sekarang serut kayu sudah pakai mesin karena listrik sudah mengalir 24 jam," tutur Ali. (hns/ang)











































