23 Investor Tawarkan Bangun PLTN, dari China Hingga Rusia

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 30 Mei 2016 16:24 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Penggunaan nuklir untuk sumber energi masih menjadi kontroversi di Indonesia. Meski demikian, sudah banyak investor yang menawarkan investasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) ke PT PLN (Persero).

Direktur Utama (Dirut) PLN, Sofyan Basir, mengatakan ada sekitar 23 investor yang menawarkan pembangunan PLTN ke PLN. Para investor itu datang dari berbagai negara.

"Banyak (calon investornya), sudah 23. Dari Amerika ada, China ada, Rusia ada. Prancis rajanya nuklir juga. Hampir semua negara menawarkan," katanya saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Sofyan sendiri mendukung adanya proyek PLTN di Indonesia. Salah satu alasannya adalah biaya operasionalnya yang murah.

Menurut Sofyan, Indonesia harus segera mulai mengembangkan nuklir agar tak tertinggal dari negara-negara lain. PLTN sudah digunakan di Eropa dan Amerika Serikat (AS) sejak lebih dari setengah abad untuk mendukung kemajuan industri, Indonesia harus berkaca pada keberhasilan mereka.

"Wajib dong (energi nuklir dikembangkan), semua orang di luar (negeri) sudah. Nuklir itu hidup di Eropa dan Amerika dari 50-60 tahun lalu. Mereka berjaya industrinya, karena energinya sangat murah lewat teknologi nuklir," dia mengungkapkan. (ang/dnl)