Meski Naik, Tarif Listrik di Bulan Puasa 2016 Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Meski Naik, Tarif Listrik di Bulan Puasa 2016 Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Hans Henricus B.S Aron - detikFinance
Rabu, 01 Jun 2016 19:40 WIB
Meski Naik, Tarif Listrik di Bulan Puasa 2016 Lebih Rendah dari Tahun Lalu
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menjelang Ramadan, PT PLN (Persero) menaikkan tarif listrik untuk pelanggan 1.300 VA ke atas. Kenaikan tarif ini mulai berlaku pada Rabu (1/6/2016).

Meski naik, perubahan tarif listrik menjelang puasa ini lebih rendah jika dibandingkan dengan kenaikan pada puasa tahun lalu. Sebagai contoh, tarif listrik pelanggan tegangan rendah mulai 1 Juni naik menjadi Rp 1.365/kWh, lebih rendah dibandingkan kenaikan tarif listrik pada puasa tahun lalu yang juga jatuh di Juni, yaitu Rp 1.524/kWh.

"Berarti tarif listrik pada Ramadan 2016 ini lebih rendah Rp 159/kWh (lebih rendah 10,4%) dibanding Ramadan 2015," ujar Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, kepada detikFinance, Rabu (1/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan lebih rendahnya tarif listrik pada Ramadan 2016 ini relatif dibanding harga listrik pada Ramadan 2015, harapan PLN, masyarakat lebih ringan keuangan rumah tangganya dalam menjalani ibadah Ramadan," tutur Benny.

Dia menambahkan, perubahan tarif pada Juni 2016 ini hanya bagi konsumen mampu dengan jumlah 11,8 juta atau 19,1% dari 61,7 juta konsumen. Selain itu, tarif listrik bagi 25 golongan tarif tidak berubah.

Rumah tangga 450 VA dan 900 VA termasuk di antara 25 golongan tarif ini.

"Jumlah pelanggan yang tidak mengalami perubahan tarif adalah 49,9 juta atau 80,87% dari 61,7 juta konsumen," tambah Benny. (hns/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads