Meski naik, perubahan tarif listrik menjelang puasa ini lebih rendah jika dibandingkan dengan kenaikan pada puasa tahun lalu. Sebagai contoh, tarif listrik pelanggan tegangan rendah mulai 1 Juni naik menjadi Rp 1.365/kWh, lebih rendah dibandingkan kenaikan tarif listrik pada puasa tahun lalu yang juga jatuh di Juni, yaitu Rp 1.524/kWh.
"Berarti tarif listrik pada Ramadan 2016 ini lebih rendah Rp 159/kWh (lebih rendah 10,4%) dibanding Ramadan 2015," ujar Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, kepada detikFinance, Rabu (1/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, perubahan tarif pada Juni 2016 ini hanya bagi konsumen mampu dengan jumlah 11,8 juta atau 19,1% dari 61,7 juta konsumen. Selain itu, tarif listrik bagi 25 golongan tarif tidak berubah.
Rumah tangga 450 VA dan 900 VA termasuk di antara 25 golongan tarif ini.
"Jumlah pelanggan yang tidak mengalami perubahan tarif adalah 49,9 juta atau 80,87% dari 61,7 juta konsumen," tambah Benny. (hns/wdl)











































