"Jadi sebenarnya kita lihat kondisi premium tahun ini agak turun konsumsinya karena ada pertalite," ujar VP Corporate Communicaton Pertamina, Wianda Pusponegoro, di kantor pusat Pertamina, Jumat (3/6/2016).
Wianda menjelaskan, sebelum ada pertalite, konsumsi premium mencapai 75.000 kiloliter (kl)/hari. Kemudian, setelah ada pertalite, konsumsi premium turun menjadi rata-rata 68.000 kl/ hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat Pertalite baru diluncurkan Juli 2015 tapi dalam waktu 6 bulan lebih permintaannya meningkat sangat tajam. Sekarang konsumsi nasional Pertalite mencapai 3 juta kiloliter (kl)/hari," kata Wianda.
Menurutnya, perubahan konsumsi BBM ini terjadi karena masyarakat akhirnya sadar jenis bahan bakar yang cocok dengan spesifikasi kendaraan mereka. Selain itu, pertumbuhan konsumsi Pertalite menunjukkan masyarakat memang membutuhkan BBM dengan RON di atas 88.
Selain Pertalite, konsumsi Pertamax juga bertambah. Wianda menjelaskan, biasanya konsumsi Pertamax sekitar 8.000 kl/hari, namun sekarang konsumsinya naik hampir 10.000 kl/hari.
Wianda menambahkan, ke depan Pertamina terus menggenjot produksi BBM non penugasan seperti Pertalite, Pertamax, dan Dexlite untuk solar
"Kita lebih menggenjot yang jenis non-penugasan. Namanya bukan non subsidi lagi tapi non penugasan karena sudah nggak ada yang di subsidi kecuali solar. Makanya kita terus berinovasi mengeluarkan seperti Pertalite, solar kita keluarkan Dexlite, kalau Pertamax juga terus naik," pungkas Wianda. (hns/feb)











































