Dengan adanya PLTG Gorontalo yang mulai beroperasi sejak Januari 2016, kini pasokan listrik PT PLN Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) mencapai 414 MW, sementara beban puncak 330 MW. Artinya, ada cadangan sebesar 84 MW, tidak ada masalah dengan pasokan listrik lagi.
Tapi wilayah Suluttenggo masih mengalami pemadaman alias byar pet. Supervisor Humas dan Bina Lingkungan PLN Suluttenggo, Dermawan Amir Uloli, mengakui bahwa wilayah Suluttenggo belum bebas dari pemadaman meski sudah punya pembangkit listrik pertama proyek 35.000 MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemadaman masih sangat mungkin terjadi di Suluttenggo. Kalau dulu karena suplai (listrik) kurang, sekarang sudah cukup tapi ada kendala di jaringan distribusi," papar Dermawan saat dihubungi detikFinance, Senin (6/6/2016).
Dia mengungkapkan, penyebab byar pet paling umum di wilayah Suluttenggo adalah kabel-kabel putus atau tiang listrik roboh akibat tertimpa pohon. Untuk mencegah masalah itu terus terjadi, PLN Suluttenggo akan membersihkan seluruh jaringan distribusi PLN dari pepohonan.
"Yang paling sering adalah pohon menimpa jaringan, kita sedang mengupayakan pembersihan jaringan," ujarnya.
Selain itu, pemadaman juga sering terjadi karena trafo kelebihan beban. Penyebabnya ialah keterlambatan penambahan trafo saat ada pelanggan baru. Trafo juga bisa kelebihan beban akibat adanya pencurian listrik.
Untuk masalah ini, PLN akan mempercepat penambahan trafo dan mencegah pencurian listrik.
"Kalau ada pertambahan pelanggan, kita harus segera tambah trafo," tutupnya.
Sebagai informasi, PLTG Gorontalo berkapasitas 100 MW yang berlokasi di Desa Maleo, Gorontalo, adalah pembangkit pertama yang beroperasi dari program 35.000 MW.
Dalam sambutannya saat meresmikan PLTG Gotontalo, Jokowi menekankan pentingnya listrik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tanpa listrik, investor tidak akan masuk. Tanpa listrik industri tidak akan berkembang. (feb/feb)











































