Kementerian ESDM Jamin Proyek 35.000 MW Tak Bikin PLN Rugi

Kementerian ESDM Jamin Proyek 35.000 MW Tak Bikin PLN Rugi

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 08 Jun 2016 13:22 WIB
Kementerian ESDM Jamin Proyek 35.000 MW Tak Bikin PLN Rugi
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Program 35.000 MW kembali mendapat kritik dari Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli. Rizal berpendapat bahwa proyek 35.000 MW bisa merugikan PLN kalau terus dipaksakan.

Sebab, kebutuhan listrik 5 tahun mendatang tak sampai 35.000 MW. Tentu akan terjadi kelebihan pasokan listrik. Kebutuhan listrik sampai 2019 diperkirakan Rizal hanya meningkat sekitar 17.000 MW.

Independent Power Producer (IPP) yang menjual listrik ke PLN tentu tak mau rugi, PLN tetap harus membayar meski listrik banyak tak terpakai. Berdasarkan hitungan Rizal, PLN bisa rugi US$ 10,7 miliar per tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian ESDM punya perhitungan berbeda. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, menyatakan bahwa 35.000 MW adalah hasil perhitungan dari pertumbuhan konsumsi listrik, pertumbuhan ekonomi, pertambahan penduduk, dan asumsi-asumsi lainnya.

Salah satu dasar perhitungan utama untuk menetapkan proyek 35.000 MW adalah masih kurangnya cadangan daya listrik (reserve margin) di seluruh Indonesia. Dampak dari kurangnya reserve margin ini, pemadaman pasti terjadi bila ada gangguan sedikit saja pada pembangkit atau jaringan listrik.

Amannya, cadangan pasokan listrik di setiap sistem kelistrikan mencapai 30% dari kebutuhan saat beban puncak. Misalkan beban puncak adalah 100 MW, maka idealnya daya mampu harus mencapai 130 MW. Saat ini baru Pulau Jawa saja yang cadangannya sudah 30%, wilayah lain belum.

"Sesuai dengan aturan LOLP (Lost of Load Probability), maka sistem dikatakan normal kalau punya reserve margin 30%. Saat ini hanya sistem Jawa saja yang memenuhi hal tersebut," kata Jarman melalui pesan singkat kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Dengan dasar perhitungan ini, ESDM yakin program 35.000 MW tidak akan membuat pasokan listrik berlebih hingga membuat PLN rugi.

"Untuk meningkatkan reserve margin seluruh sistem di luar Jawa, dan juga untuk mengantisipasi pertumbuhan beban karena adanya pertumbuhan ekonomi, maka 35.000 MW diperlukan," Jarman melanjutkan.

Secara terpisah, Menteri ESDM menegaskan bahwa pemerintah telah menjamin bahwa PLN tidak akan rugi, margin untuk PLN telah ditentukan pemerintah, semua kekurangan pasti ditanggung pemerintah.

"Harap diingat, betapa pun PLN mendapat beban macam-macam, marginnya sudah dijamin," tandasnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads