Kini verifikasi data pelanggan telah diselesaikan oleh PLN, hasilnya hanya 3,9 juta dari dari 22 juta pelanggan listrik 900 VA yang layak disubsidi. PLN menunggu kebijakan pemerintah tindak lanjut dari hasil verifikasi tersebut.
Sampai saat ini, pemerintah belum memutuskan apakah subsidi listrik untuk 18 juta pelanggan 900 VA akan dicabut atau tidak, dan bagaimana skema kenaikan tarif listrik bila subsidi dicabut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka subsidi listrik dalam APBN-P 2016 perlu penyesuaian. Ada 5 opsi besaran tambahan subsidi yang disiapkan oleh Menteri ESDM Sudirman Said. Opsi ini disusun berdasarkan waktu dimulainya pencabutan subsidi secara bertahap sebanyak 4 kali.
Pertama, subsidi listrik ditambah Rp 16,51 triliun menjadi Rp 54,9 triliun. Opsi ini bisa dijalankan bila pengurangan subsidi bagi pelanggan 900 VA yang termasuk golongan mampu dimulai secara bertahap pada 1 Mei 2016, Juli 2016, September 2016, dan November 2016.
"Kedua, pengurangan subsidi bagi golongan mampu 900 VA dimulai 1 Juni 2016, Agustus 2016, Oktober 2016, Desember 2016. Maka subsidi bertambah Rp 18,76 triliun menjadi Rp 57,15 triliun," papar Sudirman dalam rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/6/2016).
Ketiga, subsidi listrik ditambah Rp 20,65 triliun menjadi Rp 59,04 triliun. Ini bisa dilakukan bila kenaikan tarif listrik untuk 18 juta pelanggan 900 VA dimulai pada 1 Juli 2016 dan naik secara bertahap pada September 2016, November 2016, dan Januari 2017.
"Ini yang kita ajukan di APBN-P 2016," ucap Sudirman.
Keempat, subsidi listrik ditambah Rp 21,91 triliun menjadi Rp 60,3 triliun. Opsi ini diambil kalau pengurangan subsidi dilakukan secara bertahap pada 1 Agustus 2016, Oktober 2016, Desember 2016, dan Januari 2017.
Kelima, pencabutan subsidi listrik bagi golongan mampu 900 VA batal dilakukan tahun ini, atau dengan kata lain tidak ada kenaikan tarif listrik, maka subsidi harus ditambah Rp 25,35 triliun menjadi Rp 63,74 triliun. (ang/ang)











































