Atas peristiwa itu, pihak Pertamina memberikan penjelasan di depan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, mengungkapkan penyerangan tersebut terjadi sebagai buntut penertiban praktik kebocoran penyaluran minyak, seperti truk tanki BBM yang kerap kencing di jalan. Penertiban dilakukan oleh petugas Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena yang ciptakan losses adalah preman. Contohnya di Bali, karyawan Pertamina di jalan lihat ada tangki yang masuk ke suatu tempat untuk diambil. Ketika diketahui, itu karyawan dikeroyok dan itu kejadiannya," terangnya lagi.
Sementara yang terjadi di TBBM Teluk Kabung, ada preman yang berupaya memaksa masuk setelah pihaknya melakukan tindakan atas kasus kebocoran BBM tersebut.
"Dan di Sumatera Barat ketika ada preman mau masuk tanpa pengenal, mereka dilarang dan menyerang, lantas ada 40-an Brimob yang ditempatkan," pungkas Dwi.
Sebagai informasi, TBBM Teluk Kabung diserang oleh sekelompok orang pada Selasa (7/6) siang kemarin. Preman-preman tersebut sempat menganiaya Operation Head TBBM Teluk Kabung, Mukhlis Dalimunthe dan sejumlah pekerja lainnya.
Bahkan sampai Rabu pagi, sejumlah preman masih berada di Kecamatan Bungus tersebut, sehingga menimbulkan ketakutan bagi pekerja di sana. (feb/feb)











































