Menteri ESDM, Sudirman Said, mengungkapkan pemerintah ingin menggeser agar subsidi bisa diarahkan semuanya ke sektor produktif, ketimbang habis dibakar sebagai subsidi BBM.
Dia membantah jika pengalihan subsidi untuk menambal pelebaran defisit anggaran di APBN-P 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh usaha subsidi agar tercipta struktur masyarakat yang tangguh. Bahkan negara maju yang terbiasa dengan disuapi, tapi begitu riil cost yang ditanggung berat. Kaya Venezuela beban subsidinya besar, tiba-tiba minyak jatuh, bersamaan ada tekanan, kalau kita ingin bertahap secara baik," tambah Sudirman.
Sudirman mengatakan, sektor produktif dan subsidi bidang sosial jauh lebih membutuhkan asupan subsidi. Sementara subsidi BBM lebih banyak dinikmati kalangan menengah atas.
"Masyarakat paling bawah dikasih bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Itu yang disebut subsidi tepat sasaran, bukan yang ditempelkan ke BBM, sementara penikmatnya menengah atas. Ayuk kita sahur," tutur Sudirman.
Kendati demikian, usulan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat kerja dengan Komisi VII. Sehingga finalisasi waktunya belum bisa dipastikan.
"Ini kan baru penjelasan, masih bisa berubah. Dalam hal ini Kementerian ESDM menyampaikan demikian," pungkas Sudirman. (hns/hns)











































