Dapat Tambahan Modal Rp 13 T, PLN Diminta Listriki Daerah Terpencil

Dapat Tambahan Modal Rp 13 T, PLN Diminta Listriki Daerah Terpencil

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 09 Jun 2016 06:39 WIB
Dapat Tambahan Modal Rp 13 T, PLN Diminta Listriki Daerah Terpencil
Foto: Dok. PLN
Jakarta - PT PLN (Persero) memperoleh tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) alias 'suntikan modal' Rp 13,56 triliun menjadi total Rp 23,56 triliun pada APBN-P 2016. PMN non tunai diperoleh setelah BUMN listrik ini melakukan revaluasi aset.

Kementerian ESDM meminta PLN menggunakan tambahan suntikan modal dari negara itu untuk melistriki pedesaan, daerah-daerah terpencil, serta membangun gardu induk (GI) dan jaringan transmisi untuk memperluas jangkauan distribusi PLN.

"PLN kalau punya duit prioritaskan listrik pedesaan, transmisi, kekuatan GI, pembangkit listrik di daerah remote (terpencil)," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, kepada detikFinance di Jakarta (8/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan penggunaan PMN kepada PLN. Diharapkan bisa digunakan untuk menerangi daerah-daerah yang selama ini gelap karena belum mendapat listrik.

"Kita tunggu, PLN yang susun tambahan PMN Rp 13 triliun itu untuk apa saja," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyatakan bahwa tambahan PMN akan dipakai untuk menambah pembiayaan pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) karena aset PLN meningkat sehingga bisa dipakai untuk mencari pinjaman.

"Sebagian juga untuk tambahan kita membangun PLTMG dalam rangka untuk menutup lubang tahun daya untuk 2017/2018," kata Sofyan.

Rencananya, PLN akan membangun PLTMG sampai 2.000 MW. PLTMG itu tersebar di beberapa lokasi.

"Banyak tersebar. Yang daerah-daerah kemarin banyak mangkrak itu, nah itu dijembatani pakai itu. Lalu yang belum jadi, masih 3-4 tahun lagi. Itu dijembatani pakai itu. Karena dia mobile powerplant," sebutnya.

PLTMG dipilih untuk dikembangkan karena pembangun pembangkit listrik ini relatif lebih singkat yakni sekitar 2 tahun. Proses pembangunan PLTMG lebih cepat daripada membangun PLTU berbahan bakar batu bara.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads