General Manager PT Pertamina MOR IV, Kusnendar mengatakan bahwa pihaknya memberikan tambahan stok sebanyak 30% dari rata-rata harian normal untuk BBM jenis premium. Sedangkan Pertamax, Pertamina sudah mengantisipasi lonjakan hingga 50% dari rata-rata konsumsi harian 2.103 KL diikuti dengan kenaikan konsumsi produk lainnya. Sedangkan untuk BBM bersudsidi seperti Solar, peningkatan diperkirakan hanya 5% dari rata-rata konsumsi harian 5.115 KL.
"Pertamina telah menyiapkan stock tambahan bervariasi di tiap-tiap daerah dengan rata-rata kenaikan 25%," kata Kusnendar di Semarang, Kamis (9/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak bisa sendiri, akan berkoordinasi dengan pak Polisi. SPBU yang banyak orangnya harus ditutup dulu dan diarahkan ke next SPBU. Puncak konsumsi biasanya H-2 atau H-1," tandasnya.
Namun Kusnendar juga menyiapkan solusi bagi pengguna kendaraan jika benar-benar membutuhkan BBM karena keadaan darurat, yaitu dengan BBM kemasan. Selain itu juga akan disiapkan SPBU kantong, yaitu stok SPBU dalam truk tangki yang stand by dan siap diantarkan segera ke SPBU yang kehabisan BBM terutama di daerah rawan padat kendaraan saat mudik.
"Kalau ada beberapa orang yang kepepet sekali harus diantisipasi, maka akan ada BBM kemasan, ada kios di samping SPBU," ujar Kusnendar.
"SPBU kantong akan ditempatkan di beberapa area contohnya Purwokerto, Bumiayu, Ajibarang, Selatan itu antara Buntu, Sukoharjo, biasanya sampai Kutoarjo. Penempatannya sekitar H-7 atau H-5, kita lihat situasinya," imbuhnya.
Pertamina juga mengantisipasi kenaikan konsumsi LPG baik subsidi maupun non-subsidi yang diperkirakan rata-rata meningkat 12%. Konsumsi LPG subsidi akan diantisipasi hingga 3.403 MT per hari dari penggunaan harian normal 3.038 MT per hari. Sedangkan untuk LPG non-subsidi kenaikannya diantisipasi hingga 262 MT per hari.
Satuan tugas (Satgas) pun dibentuk untuk memonitor stok BBM dan LPG. Satgas ini terdiri dari berbagai fungsi di antaranya Sales Executive dan didukung Hiswana Migas serta instansi lainnya. Mereka mulai beroperasi H-15 hingga H+15 dan akan bekerja selama 24 jam pada H-7 hingga H+7. (alg/feb)











































