70 Tahun Merdeka, WNI di Perbatasan RI-Malaysia Beli Solar Rp 60.000/Liter

70 Tahun Merdeka, WNI di Perbatasan RI-Malaysia Beli Solar Rp 60.000/Liter

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 09 Jun 2016 12:42 WIB
70 Tahun Merdeka, WNI di Perbatasan RI-Malaysia Beli Solar Rp 60.000/Liter
Foto: ilustrasi SPBU Pertamina (Michael Agustinus/Detik)
Jakarta - Sudah 70 tahun Indonesia merdeka, tapi masih ada sejumlah wilayah yang kebutuhan sehari-harinya bergantung pada negara tetangga, salah satunya Nunukan, Kalimantan Utara.

WNI yang tinggal di daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia ini terpaksa harus membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dipasok dari Serawak, Malaysia, dengan harga mahal.

Harga solar yang dipasok dari Malaysia ke Nunukan sampai Rp 60.000/liter, jauh di atas harga solar bersubsidi di Pulau Jawa, Sumatera, dan wilayah Indonesia lainnya yang hanya Rp 5.150/liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama ini mereka (penduduk Nunukan) beli solar secara ilegal dari Malaysia yang harganya sampai Rp 60.000/liter," kata VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, saat ditemui di Kilang Pertamina Balikpapan, Kamis (9/6/2016).

Untuk menegakkan kedaulatan Republik Indonesia di wilayah perbatasan RI-Malaysia, sekaligus memenuhi kewajibannya mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah Indonesia, Pertamina mulai mengirim solar memakai pesawat ke Kecamatan Krayan, Nunukan, pada Rabu (8/6/2016) kemarin.


Pengiriman BBM ke perbatasan Indonesia-Malaysia oleh Pertamina


Satu-satunya cara untuk mengirim solar ke Nunukan adalah dengan menggunakan pesawat. Sebab, tidak ada jalur darat dan laut ke sana. Buruknya infrastruktur membuat Nunukan susah dijangkau memakai transportasi selain angkutan udara.

Pengiriman perdana dilakukan dari Tarakan pada Rabu kemarin pukul 11.41 WITA dan tiba di Krayan pada 12.55 WITA. Pesawat jenis Air Tracktor milik Susi Air disewa Pertamina untuk membawa 1.000 liter solar ke Nunukan.

"Sudah take off kemarin jam 11.41 WITA tiba di Krayan 12.55 WITA. Pengiriman perdana kemarin 1.000 liter. Biaya investasinya nggak begitu besar. Uji coba kita kirim solar 1.000 liter, biaya pengirimannya di bawah Rp 10.000/liter. Kita sewa pesawat Susi Air," kata Wianda.

Dengan adanya pasokan solar dari Pertamina ini, warga Nunukan bisa menikmati solar dengan harga Rp 5.150/liter, sama dengan WNI di wilayah-wilayah lainnya.

"Kita akan distribusikan solar melalui APMS (Agen Penjual Minyak Solar) dengan harga sama di seluruh Indonesia," Wianda menambahkan.

Kebutuhan solar di Krayan diperkirakan mencapai 8.000 liter/hari. Pada tahap awal ini, pesawat yang disewa dari Susi Air dan dioperasikan Pelita Air Service akan mengirim 4.000 liter solar setiap hari ke sana.

"Kita akan kirim per hari 4.000 liter/hari, kebutuhannya kira-kira 2 kali lipat itu. Ini pesawat Air Tracktor, nanti dioperasikan oleh Pelita Air Service, pesawatnya carter," tutupnya. (feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads