ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Jun 2016 12:55 WIB

Bagaimana Cara Kerja Dispenser SPBU Pertamina? Ini Penjelasannya

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Maraknya pemberitaan terkait adanya kecurangan pengelola SPBU Pertamina 34-12305 di bilangan Rempoa yang dikelola pihak swasta dengan mengurangi takaran pengisian BBM mengundang respons dari PT Pertamina (Persero). BUMN migas ini pun menggelar pemaparan cara kerja mesin dispenser BBM.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman lebih baik terhadap masyarakat tentang cara kerja mesin dispenser BBM yang benar. Mengambil lokasi di SPBU Pertamina 34-12301 di bilangan Veteran, Bintaro, seorang teknisi memberikan penjelasan.

"Secara garis besar, bagian dispenser ini ada dua. Pertama adalah dispenser itu sendiri, (kotak) yang berada di stasiun pengisian, dan tangki timbun. Nggak kelihatan, karena di bawah tanah," tutur Supervisor SPBU 34 12301Wiratno saat menjelaskan cara kerja mesin dispenser di SPBU, Kamis (9/6/2016).

Di hadapan awak media, tampak sebuah mesin dispenser merek Wayne buatan Amerika yang telah dibuka bagian bodi penutupnya sehingga mesin-mesin di dalam dispenser terlihat dengan kasat mata.

Bagian pertama mesin ini adalah mesin penghisap cairan BBM dari tangki pendam. Mesin tersebut, terhubung dengan pipa spiral yang tersambung langsung dengan tangki pendam.

Mesin sedot ini akan bekerja saat operator mengangkat ujung selang alias nozzle, tandanya akan terdengar. bunyi putaran yang berasal dari dinamo pompa.

Secara otomatis, cairan BBM akan naik ke alat penakar yang disebut selenoid valve untuk menerima pembelian.

"Perintah pembelian ada dua. Biasanya kalau kita membeli kita menyebutkan nominal harga atau takaran liter. Itu yang di-input ke dalam perintah pembelian," jelas dia.

Dari selenoid valeve, cairan BBM akan mengalir melalui flowmeter alias alat pengukur aliran dan turun terus ke selang BBM. Saat tuas di moncong selang atau nozzle ditarik, maka cairan bensin tadi akan keluar dan mengalir ke dalam tangki kendaraan yang akan diisi.

Di saat bersamaan, tongkat totalisator yang berada di atas Flowmeter bergerak bersamaan dengan angka nominal harga, totalisator penghitung penjualan sesuai kecepatan cairan yang keluar di nozzle. Flowmeter akan berhenti bekerja setelah mencapai angka pembelian yang telah dimasukkan.

Sebelumnya dilaporkan adanya kecurangan di sebuah SPBU di bilangan Rempoa. Dengan mengotak-atik dispenser BBM dan memakai alat tertentu, pengelola SPBU 34-12305 di Jalan Raya Pahlawan, Rempoa Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, mengurangi takaran.

Konsumen yang membeli 20 liter Pertamax, hanya mendapat 18,6 liter. Polisi memastikan kecurangan itu setelah membeli Pertamax sebanyak 20 liter yang ternyata tidak sesuai takaran. (dna/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com