"Alasannya mungkin daya beli ya. Atau karena masyarakat masih cari murah saja. Sehingga pembeli Premium masih jauh lebih besar dibanding Pertalite," tutur Wiratno ditemui di SPBU di bilangan Veteran, Bintaro, Kamis (9/6/2016).
Asal tahu saja, meskipun sudah tidak disubsidi lagi, namun harga BBM jenis Premium saat ini memang terpantau cukup rendah hanya Rp 6.750/ liter. Peminatnya pun dari kalangan kelas bawah yang didominasi pengendara motor dan juga kelompok lainnya yakni angkutan umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi untuk pemilik kendaraan bermotor keluaran-keluaran baru yang menggunakan mesin teknologi baru sudah menganjurkan menggunakan BBK. Kalau dulu kan ya mohon maaf kadang Alphard saja isi premium," kata dia.
Kondisi ini didorong adanya penurunan harga minyak dunia yang menyebabkan harga BBK jenis Pertamax dan Pertamax Plus pun ikut menurun dan lebih terjangkau di kantong masyarakat.
"Kalau sekarang kan harga BBK enggak terlalu tinggi kayak dulu ya. Kisarannya saja pertamax cuma Rp 7.350. Kalau 2 tahun lalu kan di atas Rp 10.000," pungkasnya. (dna/hns)











































