Pesawat yang digunakan adalah pesawat Pelita Air Service (sebelumnya ditulis pesawat Susi Air yang dioperasikan Pelita Air Service).
"Penugasan pengantaran oleh Pertamina hanya diberikan kepada Pelita Air Service," kata VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (9/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengiriman solar ke Nunukan ini merupakan yang pertama kali sejak Indonesia merdeka 70 tahun lalu. Meski termasuk wilayah Republik Indonesia, Nunukan selama ini mendapat pasokan BBM dari Serawak, Malaysia.
Kebutuhan solar di Krayan diperkirakan mencapai 8.000 liter/hari. Rencananya, pada tahap awal pesawat ini dioperasikan Pelita Air Service, dan jumlah solar yang dikirim 4.000 liter setiap hari.
Pengiriman solar ke daerah terpencil dengan menggunakan pesawat juga akan dilakukan ke sejumlah daerah terpencil lain yang juga sulit dijangkau karena infrastrukturnya buruk, misalnya ke kabupaten-kabupaten di pegunungan Papua. (hns/hns)











































