"Dalam bauran energi nasional, Pemerintah menargetkan penggunaan EBT bisa mencapai 23% dari total konsumsi energi nasional. Dalam program 35.000 MW, pemanfaatan energi terbarukan juga diharapkan bisa optimal," ujar Staf Ahli Kementerian ESDM, Tri Mumpuni dalam diskusi di Hotel, Sultan, Jakarta, Kamis (9/6/2016).
Tri mengatakan, pemanfaatan EBT dalam kaitannya dengan program 35.000 MW dapat mendorong upaya pemerataan ketersediaan listrik. Listrik yang dihasilkan, kata dia, bisa dirasakan hingga ke pelosok negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pemanfaatan EBT juga dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan terbatasnya sumber energi fosil yang ada.
"Minyak bumi, dan sumber energi fosil lainnya itu kan lama-kelamaan akan habis. Sementara kita punya energi baru dan selalu terbarukan yang melimpah. Ini malah tidak dimanfaatkan, harusnya ini jadi mainstream," tutur dia.
Untuk memuluskan upaya tersebut, lanjut dia, campur tangan Pemerintah tidak bisa dilepaskan karena tanpa dukungan kebijakan yang tepat, maka tak mungkin program ini bisa berjalan dengan lancar.
Kebijakan pemerintah diperlukan untuk mempermudah perizinan pembangunan, selain juga untuk mendorong peningkatan riset dan pengembangan.
"Negara kita itu miskin riset, entah kenapa. Padahal di negara lain, pemerintahnya itu sangat mendukung dengan menyediakan dana yang besar untuk melakukan riset. Makanya banyak penemuan-penemuan baru yang bisa dimanfaatkan," sebut dia.
Dengan riset yang baik, penerapan teknologi pembangkitan di satu daerah bisa dilakukan dengan tepat sesuai dengan potensi daerahnya.
"Jadi penerapannya tepat. Karena percuma dibangun pembangkit besar, tapi teknologinya tidak sesuai malah tidak bisa terpakai," pungkas dia.
Dalam diskusi yang sama, Christopher Eve, Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia mengatakan, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah.
Melihat tantangan dan adanya kesempatan yang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi energi terbarukan, PT UBM Pameran Niaga Indonesia akan membawa bagian dari portofolionya di sektor energi ini dengan menghadirkan "Renewable Energy and energy Efficiency Indonesia Exhibition".
Sebuah pameran niaga dan konferensi internasional itu akan menampilkan dan mengulas solusi teknologi terkini di sektor energi terbarukan dan efisiensi energi.
"Pameran ini bertujuan untuk menjadi platform yang mempertemukan para praktisi, profesional dan pemangku kepentingan sektor energi terbarukan dan efisiensi energi agar dapat saling bertukar pengalaman dan informasi," sambung dia.
Pameran ini akan menghadirkan berbagai macam produk, jasa dan teknologi energi terbarukan dan efisiensi energi. Renewable Energy and Energy Efficiency Indonesia juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengoptimalkan pengembangan energi terbarukan di mana semua pemain utama global di industri ini berkumpul dan berinteraksi.
"Selama tiga hari pelaksanaan, Renewable Energy and Energy Efficiency Indonesia akan menghadirkan berbagai kegiatan selain pameran seperti Konferensi energi terbarukan dan Seminar teknologi energi, di mana acara tersebut menghadirkan pembicara kompeten untuk membahas segala aspek mengenai pengembangan teknologi terbaru dan optimalisasi energi terbarukan dan efisiensi energi," tutup Christopher. (dna/feb)











































