Kondisi listrik di kawasan NTB memang masih belum bisa menyentuh semua rumah warga. Dirut PT PLN Sofyan Basyir mengatakan, sejauh ini saluran listrik di kawasan NTB baru sekitar 73 persen, dan akan bertambah pada Agustus nanti setelah MPP selesai menjadi 78 persen.
"Sistem Lombok dan Sumbawa sendiri saat ini masih defisit," kata Sofyan Basyir di Desa Kebunayu, Mataram, NTB, Sabtu (11/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kita lihat kekurangannya banyak. Kedua ada pertumbuhan ekonomi ke depan yang harus kita antisipasi. Jangan sampai pertumbuhan itu malah turun atau berhenti. Itu yang bahaya kalau tidak diikuti dengan penambahan daya listrik, maka pertumbuhan ekonomi akan terhambat," kata Jokowi di lokasi yang sama.
Jokowi juga mengatakan niatnya untuk membangun pembangkit listrik metode lain untuk kawasan NTB.
"Memang yang kita lihat, kemarin masih banyak yang MPP.Kemudian kita lihat lagi yang Hydro Power Plant dan kita liat lagi nanti yang besar-besar. Artinya nanti kita lihat provinsi yang kurang kita kejar lebih dulu biar tidak byar pet," kata Jokowi.
"Ini harus mulai berpikir ke konversi perpindahan energi bersih yang baru terbarukan. Arahnya ke sana. Memang yang masih banyak adalah yang masih kurang, seperti NTB ini masih kurang," tambah Jokowi.
"Ke depan karena kita punya potensi air, hydro juga akan kita tentukan di mana nanti lokasinya (di NTB)," kata Jokowi. (jor/hns)











































