"Target 2014 ada 4 smelter baru yang dibangun," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sujatmiko, melalui pesan singkat, Rabu (15/6/2016).
Smelter pertama yang dimaksud adalah smelter alumina senilai US$ 1,1 miliar di Ketapang, Kalimantan Tengah. Investornya adalah Well Harvest Winning.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, smelter logam timbal di Pangkalan Bun milik Kapuas Prima Citra dengan investasinya US$ 6,22 juta. Kapasitas inputnya 36.000 ton per tahun, dan kapasitas output 18.000 ton per tahun.
Ketiga, smelter bijih besi milik SILO di Sebuku, Kalimantan Selatan, yang berkapasitas input 6,3 juta ton per tahun dan kapasitas output 1,7 juta ton per tahun. Nilai investasi smelter ini US$ 170 juta.
Keempat, smelter nikel (ferronikel) berkapasitas input 300 ribu ton per tahun dan kapasitas output 30.000 ton per tahun.
Investornya adalah First Pacific Mining, modal yang digelontorkan untuk membangun smelter nikel ini sebesar US$ 200 juta. (ang/ang)











































