Tapi ke depan Indonesia sebaliknya juga akan mengekspor listrik ke Malaysia. Dalam kunjungannya ke Kalimantan Utara (Kaltara) hari ini, Menteri ESDM Sudirman Said meninjau persiapan pembangunan PLTA Kayan di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.
Kalau PLTA Kayan selesai dibangun, kata Sudirman, Indonesia bisa mengekspor listrik ke Malaysia melalui jaringan listrik bersama ASEAN (ASEAN Grid).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PLTA Kayan memiliki potensi sampai 6.080 MW, enam kali lebih besar daripada PLTA Cirata di Jawa Barat. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap. Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai 4 tahun lagi.
Dengan kapasitas yang sangat besar itu, listrik dari PLTA Kayan tak hanya cukup untuk Kaltara, tapi bisa untuk daerah-daerah lain, bisa juga diekspor ke Malaysia. "Nanti kalau memang sudah cukup, mencukupi warga dan industri di sini, kita ekspor. Selesainya minimal 4 tahun," ujar Sudirman.
Pada tahap pertama ini, kapasitas PLTA Kayan bakal mencapai 900 MW. Hambatan-hambatan seperti izin kehutanan dan izin lingkungan sudah diselesaikan.
Kalau Independent Power Producer (IPP) yang membangunnya sudah menandatangani Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN, pembangkit bisa segera dibangun.
"Tahap pertama 900 MW, sudah pernah groundbreaking tapi terhambat. Sekarang hambatan seperti izin kehutanan, AMDAL, kita selesaikan, tinggal tunggu kesepakatan PPA dengan PLN," pungkasnya. (hns/hns)











































