Follow detikFinance
Jumat 17 Jun 2016, 14:25 WIB

Begini Proses Pengiriman BBM Pakai Pesawat ke Perbatasan RI-Malaysia

Michael Agustinus - detikFinance
Begini Proses Pengiriman BBM Pakai Pesawat ke Perbatasan RI-Malaysia Foto: Michael Agustinus
Jakarta - Untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, akhirnya penduduk Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari negeri sendiri.

Wilayah Nunukan yang terisolasi menyulitkan pendistribusian BBM ke sana, karena tidak ada akses jalan darat maupun laut. Untungnya masih ada bandara tua di Kecamatan Krayan, Nunukan, sehingga PT Pertamina memutuskan untuk mengirim BBM ke sana dengan pesawat.

Ini juga pertama kalinya, Pertamina menggunakan pesawat yang khusus (dedicated) untuk distribusi BBM. Biasanya, pengiriman BBM ke daerah terpencil menumpang pesawat yang juga membawa sembako. Pada Jumat (17/6/2016) ini, detikFinance berkesempatan menyaksikan langsung proses untuk mengangkut BBM ke Krayan.

BBM yang dikirim ke Krayan berasal dari kilang minyak Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). BBM dibawa dengan kapal tanker ke Pelabuhan Tarakan yang letaknya di seberang Terminal BBM (TBBM) Tarakan di Jalan Yos Sudarso. BBM dari kapal tanker dialirkan ke tangki-tangki di TBBM melalui pipa.

Kemudian setiap pagi dan siang hari, truk tangki BBM datang ke TBBM untuk mengambil BBM yang bakal dikirim ke Krayan. Truk tangki pertama biasanya datang pukul 07.30 WITA, masuk ke TBBM melalui pemeriksaan dan mengambil loading order sebanyak 3.000 liter.



Truk tangki yang kapasitasnya 5.000 liter lalu diisi 3.000 liter di TBBM. Tidak diisi hingga kapasitasnya penuh karena pesawat pembawa BBM ke Krayan hanya bisa mengangkut 3.000 liter bensin. Pengisian berlangsung selama kurang lebih 20 menit.

Usai melakukan pengisian, truk tangki BBM berjalan menuju pintu keluar untuk dicek oleh petugas Pertamina, apakah benar BBM yang dibawa 3.000 liter. Supir truk mengambil surat jalan untuk pengiriman BBM, lalu keluar menuju bandara.

Perjalanan dari TBBM Tarakan di Jalan Yos Sudarso ke Bandara Juwata di Jalan Mulawarman hanya memakan waktu kurang lebih 15 menit. Sekitar pukul 08.15 WITA, truk sudah di lapangan terbang dan muatannya dipindah ke tangki pesawat.



Pesawat yang digunakan adalah jenis Air Tracktor (AT802), operatornya Pelita Air Service. Tangki pengangkut BBM berada di bagian depan pesawat. Pesawat baling-baling dengan 3 roda ini bisa mendarat di landasan yang tidak terlalu mulus, misalnya landasan rumput.

Setelah semua muatan dipindah dalam waktu kurang lebih 30 menit, pesawat siap berangkat pada pukul 09.00 WITA menuju Bandara Yuvei Semaring, Long Bawan, Krayan. Lama penerbangan pesawat tersebut ke Krayan kira-kira 1 jam, jadi bisa tiba di Krayan sekitar pukul 10.00 WITA.



Proses yang sama berulang lagi saat truk tangki BBM datang untuk kedua kalinya di hari yang sama pada 12.30 WITA untuk mengambil BBM yang akan dibawa pesawat ke Krayan.

Untuk sementara, pesawat hanya mengangkut 3.000 liter BBM dalam sekali penerbangan meski kapasitas tangkinya 4.000 liter. Sebab, landasan Bandara Yuvei Semaring di Krayan tak mulus, dikhawatirkan pesawat tergelincir bila membawa beban maksimal.

BBM yang dibawa juga sekarang baru solar saja, premium belum mulai diangkut. Alasannya, premium sangat mudah terbakar, di suhu minus 40 derajat Celcius saja bisa terbakar, sedangkan solar masih jauh lebih aman untuk dibawa. Tetapi mulai pekan depan, pesawat akan mulai mencoba membawa premium juga. (feb/feb)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed